Optimisme tinggi Alvaro Arbeloa usai arsiteki Real Madrid

Khalied Malvino
Rabu, 14 Januari 2026
BOLA 0 389
3 menit membaca


PRIORITAS, 14/1/26 (Madrid): Angin perubahan berhembus kencang di Santiago Bernabeu. Setelah melalui periode sulit yang berujung pada pemecatan Xabi Alonso, manajemen El Real bergerak cepat.

Sosok yang tak asing lagi, Alvaro Arbeloa pelatih baru yang dipilih untuk menahkodai Real Madrid, langsung menyuntikkan semangat kebangkitan bagi Vinicius Jr. dan kawan-kawan.

Arbeloa, yang sebelumnya menangani tim cadangan Real Madrid Castilla, ditunjuk secara resmi pada Senin (12/1/26). Keputusan ini diambil hanya sehari setelah kekalahan menyakitkan 2-3 dari rival abadi, Barcelona, di final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah.


Meski mewarisi skuad yang baru saja terluka, Arbeloa menolak pesimis. Ia percaya DNA Eropa masih mengalir deras di tubuh timnya.

“Kami semua telah melihat pertandingan-pertandingan terakhir dan usaha besar yang ditunjukkan para pemain di final Piala Super Spanyol,” ujar Arbeloa dilansir dari laman resmi klub, Rabu (14/1/26).

Ingatkan status Madrid sebagai “Raja Eropa”

Sebagai Arbeloa pelatih baru, tugas pertamanya adalah memulihkan mentalitas pemenang. Ia mengingatkan publik bahwa skuad ini adalah kumpulan para juara yang tidak boleh diremehkan hanya karena satu kekalahan.

“Kami memiliki skuad yang hebat, dengan pemain-pemain yang siap menghadapi apa pun. Ada pemain di sini yang telah memenangkan enam Liga Champions, dan seolah itu cepat dilupakan. Hal itulah yang membuat Real Madrid menjadi klub terbaik dalam sejarah,” tegasnya.

Penunjukan ini sekaligus menandai berakhirnya era Xabi Alonso yang tertekan akibat performa buruk di akhir 2025, termasuk kekalahan dari Liverpool, Manchester City, hingga Atletico Madrid. Arbeloa kini memikul beban untuk mengejar tiga trofi tersisa: Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa del Rey.

Peluang emas “La Fabrica”

Satu hal menarik dari penunjukan Arbeloa pelatih baru adalah komitmennya pada talenta muda. Berbekal pengalamannya melatih Castilla, Arbeloa menjanjikan pintu terbuka bagi lulusan akademi La Fabrica untuk unjuk gigi di tim utama.

“Kami memiliki akademi terbaik di dunia. Pemain lulusan akademi Real Madrid tersebar di seluruh dunia. Mereka memiliki peluang besar tampil di tim utama selama saya menjadi pelatih,” ucap Arbeloa memberikan jaminan.

Arbeloa dan Alonso bukan orang asing. Keduanya pernah bahu-membahu sebagai pemain di Liverpool sejak 2007 dan kemudian di Madrid era Jose Mourinho.

Arbeloa mengaku sempat berbicara dengan sahabatnya itu sebelum menerima jabatan ini, meski ia enggan membocorkan detail percakapannya.

Fokus Arbeloa

Kini, fokus Arbeloa adalah menatap ke depan. Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya, tidak ada anak emas. Semua pemain memiliki kesempatan yang sama untuk membuktikan diri, termasuk Vinicius Junior yang dinilainya tampil impresif di final Supercopa.

“Semua pemain memulai dari nol bersama saya. Ini adalah awal yang baru untuk semua,” pungkas pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Mengenai durasi kontrak, Arbeloa memilih diplomatis. Ia hanya menyatakan kesiapannya untuk mengabdi selama Real Madrid masih membutuhkan jasanya.

Selamat bertugas, Mister Arbeloa! (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan