Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel tertua di dunia berusia 1.300 tahun tempat singgah para samurai

Harley DT
Kamis, 26 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 26/2/26 (Yamanashi, Jepang): Sebuah penginapan tradisional di Prefektur (Provinsi) Yamanashi, Jepang, berusia 13 abad atau 1.300 tahun, sampai sekarang masih berdiri.

Penginapan yang belakangan diberi label hotel tersebut bernama Nishiyama Onsen Keiunkan, didirikan pada tahun 705 Masehi dan diakui sebagai hotel tertua di dunia yang masih beroperasi.

“Penginapan ini tercatat dalam Guinness World Records sebagai hotel dengan masa operasional terpanjang tanpa terputus,” ungkap seorang pengamat perhotelan Jepang, Okamoto, kepada Tribunnews.com sebagaimana dilansir oleh Beritaprioritas pada Kamis (26/2/26).

Dilaporkan, sejak berdiri pada era Jepang kuno, Keiunkan telah dikelola oleh keluarga yang sama selama lebih dari 50 generasi, menjadikannya simbol kesinambungan tradisi dan manajemen keluarga di Jepang.

Tempat singgah para samurai

Saat didirikan, Nishiyama Onsen Keiunkan merupakan ryokan, yaitu penginapan tradisional Jepang yang menawarkan kamar berlantai tatami, futon, serta pemandian air panas alami (onsen).

Luar biasanya, sumber air panasnya berasal langsung dari pegunungan di sekitarnya dan terus mengalir tanpa henti sejak pertama kali ditemukan.

Dikatakan, sepanjang sejarahnya, hotel ini disebut pernah menjadi tempat singgah para samurai, pejabat pemerintah, hingga tokoh-tokoh penting Jepang pada berbagai periode.

Keiunkan telah mengalami renovasi untuk menyesuaikan standar kenyamanan modern, namun tetap mempertahankan arsitektur serta nuansa tradisional Jepang.

Penampakan sisi lain hotel Nishiyama Onsen Keiunkan. (Courtesy: skdesu.com)

Kombinasi sejarah panjang dan pelayanan khas ryokan membuat hotel ini menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan pengalaman menginap bernuansa klasik.

Keberadaan Nishiyama Onsen Keiunkan bukan hanya sekadar bisnis perhotelan, melainkan juga warisan budaya hidup yang mencerminkan ketahanan, konsistensi, serta nilai sejarah Jepang selama lebih dari satu milenium.

Hotel tua ini masih dikelola dengan sangat baik dan bisa memberikan kenangan terbaik pula bagi para turis yang datang ke Jepang.

Berawal dari sumber air panas

Sumber air panas alam di hotel Nishiyama Onsen Keiunkan. (Courtesy: skdesu.com)

Dari sumber lainnya,  skdesu.com, dikisahkan, pada tahun 705, Fujiwara no Shinobu, yang sedang berburu di wilayah tersebut, menemukan sumber air panas yang menyembur dengan deras dari antara bebatuan sungai.

Dikatakan bahwa di situlah dia membuka jalan dan membangun sebuah bak mandi, sehingga meluncurkan air tersebut. Sejak saat itu, tempat tersebut  disebut Keiunkan, karena dibangun selama era Keiun, dan juga digunakan secara diam-diam bahkan oleh Takeda Shingen dan Tokugawa Ieyasu.

Sumber air panas itu memiliki aliran 400 liter per menit, dianggap sebagai yang terbesar di dunia. Pada tahun 2005 (17 tahun periode Heisei), sumber baru dibuat melalui pengeboran, dengan aliran 1.630 liter per menit.

Properti ini dikelola oleh keluarga yang sama selama 52 generasi sejak didirikan pada tahun 705 M. Keluarga telah bekerja keras untuk menjaga tradisi dan sejarah hotel, dan merupakan kebanggaan bagi warga Yamanashi.

Harga kamar Rp6 juta

Hotel ini memiliki 37 kamar, masing-masing dihias secara tradisional dan dilengkapi dengan tatami, futon, dan lantai kayu. Para tamu dapat menikmati hidangan tradisional Jepang, serta aktivitas seperti memancing dan berjalan-jalan di alam.

Harga kamar hotel berharga sekitar Rp6 juta per malam. Berdasarkan penuturan  pengamat perhotelan Jepang, Okamoto,komentar orang-orang yang pernah menginap di hotel ini, mengatakan, bukan harganya tetapi pengalaman dan kenangan berharga kita mungkin yang lebih penting merasakan tidur di hotel tertua di dunia. (P-*/hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025