MRT Jakarta ungkap biaya pembangunan Fase 2A capai Rp25,3 T

Zamir Ambia
Jumat, 14 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 14/8/26 (Jakarta): PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan, pembangunan Fase 2A Lin Utara-Selatan membutuhkan anggaran sebesar Rp25,3 triliun yang bersumber dari pinjaman melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan Jepang.


“Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang,” ucap Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Kamis (14/8/26).

Fase 2A Lin Utara-Selatan akan memperpanjang jalur MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Kota dengan jarak sekitar 5,8 kilometer. Proyek ini mencakup tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Pembangunan Fase 2A terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama mencakup rute Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan rampung pada akhir 2027, sedangkan segmen kedua menghubungkan Harmoni-Kota dan ditargetkan selesai pada akhir 2029.


Hingga 25 Juli 2026, progres pembangunan Fase 2A Lin Utara-Selatan tercatat mencapai 62,68 persen. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 61,92 persen.

“Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen,” imbuh Rendy.

Di Stasiun Thamrin, pekerjaan konstruksi telah memasuki sejumlah tahap lanjutan, seperti pemulihan area pejalan kaki di sekitar stasiun, pembangunan kembali halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, pemasangan sistem mechanical, electrical, dan plumbing (MEP), serta pengerjaan atap dan finishing entrance 5, 7, dan 8.

Sementara itu, di Stasiun Monas, tim konstruksi masih menyelesaikan pekerjaan interior dan akses entrance 2. Pekerjaan juga meliputi pemulihan boks stasiun di sisi utara serta pelaksanaan uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test.

Kemajuan turut terlihat pada paket kontrak CP202 yang meliputi pembangunan terowongan serta Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Hingga kini, progres pekerjaan tersebut telah mencapai 68,00 persen.

Penyelesaian paket kontrak tersebut, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan konstruksi sipil di Indonesia dengan konsep terowongan dan stasiun empat lantai di bawah tanah, terus dikebut.

Hingga Juli 2026, mesin bor terowongan 1 telah berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Dengan pencapaian ini, jalur terowongan dari Bundaran HI menuju Kota di sisi utara telah tersambung.

Sementara itu, progres paket kontrak CP203 telah mencapai 86,85 persen. Pekerjaan yang berlangsung di Stasiun Kota dan Glodok mencakup pemasangan pipa dan kabel, plastering, pengecatan, pemasangan panel ACP pada dinding, serta berbagai pekerjaan arsitektural lainnya. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan