
Suasana Stasiun MRT Jakarta, salah satu moda transportasi umum yang akan menerapkan tarif khusus Rp80 saat perayaan Hari Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8/25). (iStockphoto)PRIORITAS, 14/8/26 (Jakarta): PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan, pembangunan Fase 2A Lin Utara-Selatan membutuhkan anggaran sebesar Rp25,3 triliun yang bersumber dari pinjaman melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan Jepang.

“Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang,” ucap Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Kamis (14/8/26).
“Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen,” imbuh Rendy.
Di Stasiun Thamrin, pekerjaan konstruksi telah memasuki sejumlah tahap lanjutan, seperti pemulihan area pejalan kaki di sekitar stasiun, pembangunan kembali halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, pemasangan sistem mechanical, electrical, dan plumbing (MEP), serta pengerjaan atap dan finishing entrance 5, 7, dan 8.
Sementara itu, di Stasiun Monas, tim konstruksi masih menyelesaikan pekerjaan interior dan akses entrance 2. Pekerjaan juga meliputi pemulihan boks stasiun di sisi utara serta pelaksanaan uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test.
Kemajuan turut terlihat pada paket kontrak CP202 yang meliputi pembangunan terowongan serta Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Hingga kini, progres pekerjaan tersebut telah mencapai 68,00 persen.
Penyelesaian paket kontrak tersebut, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan konstruksi sipil di Indonesia dengan konsep terowongan dan stasiun empat lantai di bawah tanah, terus dikebut.
Hingga Juli 2026, mesin bor terowongan 1 telah berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Dengan pencapaian ini, jalur terowongan dari Bundaran HI menuju Kota di sisi utara telah tersambung.
Sementara itu, progres paket kontrak CP203 telah mencapai 86,85 persen. Pekerjaan yang berlangsung di Stasiun Kota dan Glodok mencakup pemasangan pipa dan kabel, plastering, pengecatan, pemasangan panel ACP pada dinding, serta berbagai pekerjaan arsitektural lainnya. (P-*r/Zamir Ambia)

