
Pembalap Aprillia Racing, Marco Bezzecchi, saat memenangi seri GP Amerika 29 Maret lalu. (Courtesy: motogp.com)PRIORITAS, 5/4/26 (Madrid): Dari markas penyelenggara MotoGP di Madrid, Spanyol, melalui laman resmi motogp.com Dorna Sport menyoroti torehan sejarah Marco Bezzecchi, sang pemimpin klasemen pembalap MotoGP 2026 sampai sejauh ini.

Posisi pemimpin klasemen diperoleh Bezzecchi menyusul catatan lima kemenangan Grand Prix 2026 secara beruntun.
Dalam putaran Red Bull Grand Prix Amerika Serikat, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) mencetak rekor era modern baru dalam perjalanannya menuju kemenangan Grand Prix kelima berturut-turut.
Pada lap keempat, ia telah menjadi pembalap yang memimpin lap MotoGP beruntun terbanyak, 121 lap, dalam sejarah era modern – memecahkan rekor Jorge Lorenzo sebanyak 103 lap dari musim 2015.

Berbagai kemenangan
Rentetan kemenangan dimulai di Portimao pada GP Portugal 2025. Berlanjut di Valencia, hingga finis ketiga di klasemen akhir, berada di belakang Juara Dunia, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), dan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP).
Pada balapan pembuka musim 2026 di Buriram, Thailand, Bezzecchi mencetak rekor lap pole position. Setelah kegagalan finis di Sprint, Bez bangkit dan berhasil meraih kemenangan di race utama. Sejak saat itu, ia tak pernah terkalahkan, bahkan tidak pernah disusul oleh satu pun pembalap, pada lap mana pun dalam Grand Prix.
Sebagai statistik, memimpin lap secara beruntun merupakan angka yang kuat, tetapi itu adalah angka yang agak teknis. Masih ada lagi. Ia adalah pembalap ketiga dalam era modern – bersama Valentino Rossi dan Marc Marquez – yang memenangi lima Grand Prix berturut-turut.
Catatan khusus, Bezzecchi menjadi pembalap MotoGP kedelapan yang pernah mencapainya. Tujuh pembalap sebelumnya adalah Giacomo Agostini, Valentino Rossi, Marc Marquez, Mike Hailwood, John Surtees, Mick Doohan, dan Geoff Duke.
Peringatan besar bagi para rivalnya musim ini adalah, bahwa Bezzecchi juga merupakan pembalap pertama yang memenangi tiga balapan pertama musim ini sejak Marc Marquez melakukannya pada 2014. Ia juga pembalap Italia pertama yang melakukannya sejak Valentino Rossi pada 2001. Bezzecchi pun kini memimpin klasemen Kejuaraan, meski hanya unggul empat poin.
Kelemahan terbesarnya sejauh musim ini adalah balapan Sprint. Ia terjatuh di Sprint Buriram, finis keempat di Sprint Goiania – di belakang Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) – lalu gagal finis di Sprint COTA. Sementara balapan dimenangi Jorge Martin.

Marco Bezzecchi dalam sesi wawancara di GP Amerika, lengkap dengan topi a la Texas. (Courtesy: motogp.com)
Balapan di Jerez
Jadi pertanyaannya sekarang, bisakah rider #72 itu mengatasi defisit performanya pada dalam balapan berikutnya pada 24-26 April di Sirkuit Jerez, Spanyol, untuk mulai memperbesar keunggulannya? Semoga balapan di Jerez terlaksana sesuai jadwal mengingat dampak situasi perang di Timur Tengah yang masih berlangsung.
Buriram tempat tes pramusim, Brasil adalah sirkuit yang benar-benar baru, sedangkan COTA suguhkan tantangan yang unik. Dan kini, Jerez akan menjadi balapan yang menarik, karena para pembalap kembali ke lintasan yang lebih familier.
Serangkaian balapan berikutnya adalah di beberapa trek klasik – Bezzecchi, serta Aprilia, tentu bakal berupaya untuk mempertahankan rekor bersejarah mereka.
Rekor mutlaknya adalah 10 kemenangan beruntun – seperti yang dibubuhkan oleh Marc Marquez pada musim 2014 – meskipun kemungkinan besar itu bukan target utama Bez dan Aprilia.
Ya, kami tahu ini masih awal. Namun, upaya serius untuk meraih gelar juara sekarang tampaknya menjadi tujuan yang realistis bagi pembalap #72 dan Aprilia Racing.
Klasemen Pembalap per 5 April 2026
Klasemen Tim
Klasemen Konstruktor
(P-ht)

