Menanti wujud mimpi jembatan Bitung–Lembeh: Proyek strategis yang masih tertahan di meja perencanaan

Sem Muhaling
Kamis, 23 April 2026
OPINI 0 759
3 menit membaca

Oleh: Semuel Muhaling, Jurnalis Beritaprioritas.com 

RENCANA pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan utama Kota Bitung dengan Pulau Lembeh kembali mencuat sebagai salah satu proyek strategis yang dinantikan masyarakat. Infrastruktur ini digadang-gadang menjadi solusi konektivitas sekaligus pengungkit ekonomi kawasan, namun hingga kini masih berada pada tahap perencanaan.


Jembatan Bitung–Lembeh dirancang melintasi Selat Lembeh yang selama ini menjadi jalur transportasi laut utama bagi warga dan distribusi logistik. Ketergantungan pada kapal penyeberangan dinilai membatasi mobilitas serta memperlambat pengembangan kawasan di Pulau Lembeh.

Pemerintah daerah telah memasukkan proyek ini dalam agenda pembangunan jangka panjang. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bahkan disebut telah membawa usulan tersebut ke tingkat perencanaan nasional melalui Bappenas. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal konstruksi maupun skema pendanaan. 

Dorong konektivitas dan pariwisata kota Bitung

Jika terealisasi, jembatan ini diproyeksikan menjadi infrastruktur kunci dalam memperkuat konektivitas wilayah. Selain mempermudah akses masyarakat, proyek ini diharapkan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung yang selama ini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.


Tak hanya itu, Pulau Lembeh yang dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia juga diyakini akan mendapat dampak signifikan. Akses darat yang lebih mudah dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta membuka peluang investasi di sektor pariwisata.

“Selama ini Lembeh punya potensi besar, tetapi akses masih menjadi kendala utama. Jembatan akan mengubah banyak hal, terutama bagi ekonomi lokal,” ujar seorang pelaku usaha wisata di Bitung.

Tersandera tantangan teknis dan pendanaan

Meski memiliki nilai strategis tinggi, realisasi proyek ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah kebutuhan anggaran yang besar, mengingat pembangunan jembatan laut memerlukan teknologi konstruksi khusus.

Selain itu, kondisi geografis Selat Lembeh yang relatif sempit namun dalam, serta padat aktivitas pelayaran, menuntut kajian teknis dan lingkungan yang matang. Faktor ini menjadi pertimbangan penting sebelum proyek dapat masuk tahap konstruksi.

Di sisi lain, proyek ini juga harus bersaing dengan berbagai program prioritas nasional lainnya. Tanpa penetapan sebagai proyek strategis nasional, peluang percepatan pembangunan dinilai akan semakin kecil.

Harapan warga Bitung yang belum padam

Bagi masyarakat setempat, jembatan Bitung–Lembeh bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol pemerataan pembangunan. Harapan agar proyek ini segera terealisasi terus disuarakan, terutama oleh warga Pulau Lembeh yang selama ini merasakan keterbatasan akses.

Pengamat pembangunan wilayah menilai, dengan perencanaan yang tepat dan dukungan pemerintah pusat, proyek ini tetap memiliki peluang untuk diwujudkan dalam jangka menengah hingga panjang.
Namun untuk saat ini, jembatan yang diharapkan menjadi penghubung masa depan tersebut masih berada di atas kertas—menunggu keputusan, komitmen, dan keberanian investasi dari pemerintah.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengunjungi pelabuhan feri di Kota Bitung

Presiden ke-7 RI Jokowi saat meninjau pelabuhan Bitung dan mencetuskan rencana pembangun jembatan Bitung-Lembeh pada 4 Ju;i 2019.(Foto: www.kupasmerdeka.com/Ist.)

Rencana lama sejak awal orde baru

Menurut informasi lama, pembangunan jembatan Bitung -Lembeh pertama kali dicetuskan oleh Frans Seda, Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968–1973) di awal orde baru, sekitar tahu 1968. Namun tidak pernah terwujud bahkan perencanaannya sekalipun.

Rencana kedua dicetuskan oleh presiden Jokowi Widodo (Jokowi) pada tahun 2019 saat berkunjung ke kota Bitung sekaligus melihat langsung kondisi selat Lembeh dr pelabuhan Bitung. Tindak lanjutnya berupa perencanaan dan desain awal. Namun lagi-lagi rencana ini tidak berlanjut. Apalagi pasca perencanaan itu, Indonesia dan dunia dilanda wabah Covid-19.

Pembangunan jembatan Bitung–Lembeh sebenarnya cukup urgen. Sebab, diyakini tidak hanya akan menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka babak baru pembangunan di kawasan timur Indonesia. Namun kapan akan diwujudkan? Apakah pemerintahan Prabowo akan berniat untuk mewujudkannya? Apakah pemerintah provinsi Sulawesi Utara mau mengangkat kembali “isu” ini? ***

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan