Sejumlah tentara Korea Utara, yang dilengkapi dengan peralatan, menyeberangi Garis Demarkasi Militer ke Korea Selatan di dalam Zona Demiliterisasi Korea (DMZ), pada Juni 2024 lalu. (telegram/tabz live news)PRIORITAS, 16/8/26 (Seoul): Militer Korea Selatan (Korsel) terpaksa melepaskan tembakan setelah pasukan Korea Utara (Korut) sempat melintasi batas di Garis Demarkasi Militer (MDL).
Kantor berita Yonhap mengutip seorang sumber hari Minggu (16/8) melaporkan insiden penembakan itu terjadi setelah sekelompok tentara Korea Utara melintasi perbatasan darat antar-Korea.
“Militer Korsel terpaksa bertindak tegas untuk mendorong tentara Korut kembali ke wilayah mereka”, kata sumber tersebut.
Penerobosan Demarkasi Militer itu terjadi di wilayah garis depan timur pada pekan lalu, dan tembakan peringatan sesuai prosedur operasional militer.
Hal itu menandai tembakan peringatan pertama militer Korea Selatan dalam tahun ini.
Pihal Korsel menduga para tentara Korut tersebut kemungkinan sedang berpatroli di daerah itu, ketika mereka tanpa sadar sudah melintasi garis demiliterisasi.
Garis batas demarkasi itu dibuat menjadi Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea setelah terjadi gencatan senjata usai Perang Korea tahun 1950 hingga 1953.
Akibat penembakkan itu, pasukan Korea Utara segera mundur ke sisi wilayah mereka dan tidak ada aktivitas mencurigakan lainnya yang dilaporkan.
Berdasarkan aturan, militer Korea Selatan memberikan siaran peringatan jika pasukan Korea Utara mendekati Garis Demarkasi, diikuti dengan tembakan peringatan jika mereka melintasi perbatasan.
Pasukan Korut sering melakukan penerobosan singkat Garis Demarkasi dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut terjadi, karena Korea Utara telah memperkuat sisi perbatasannya sejak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara “dua negara yang bermusuhan” pada akhir tahun 2023.
Tahun lalu, pasukan Korea Utara melanggar garis batas sebanyak 17 kali. (P-*/jw)