Menaker tinjau posko k3 mudik di pulo gebang, pastikan awak angkutan sehat dan siap bertugas

Giovanni Riung
Senin, 16 Maret 2026
EKBIS 0 261
2 menit membaca

Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3 Mudik, Pastikan Awak Angkutan Sehat demi Mudik Aman (Humas Kemnaker).

PRIORITAS, 16/3/2026 (Bandung): Yassierli selaku Menteri di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Senin (16/3/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan awak angkutan umum, baik pengemudi maupun kernet, berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap bertugas selama masa mudik Lebaran.

Menurut Yassierli, keselamatan perjalanan mudik tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan infrastruktur jalan, tetapi juga pada kesiapan fisik serta kewaspadaan awak angkutan yang membawa penumpang.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan K3 bagi awak angkutan merupakan bagian penting dari upaya pencegahan risiko kecelakaan selama periode mudik, ketika mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan.

Program pemeriksaan ini dilaksanakan di enam wilayah pemantauan mudik, yakni di Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Perhimpunan Ergonomi Indonesia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui program ini, awak angkutan menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi tes kesehatan, wawancara, hingga pengujian berbasis komputer untuk mengukur kesiapan kerja, termasuk kemampuan waktu reaksi saat berkendara.

Yassierli menjelaskan bahwa kondisi fisik pengemudi sangat memengaruhi tingkat kewaspadaan saat mengemudi, terutama ketika beban kerja meningkat selama musim mudik.

“Program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini sangat penting. Pada masa mudik beban kerja pengemudi cukup berat. Dengan adanya pengujian ini, kami berharap pengemudi yang berada dalam kondisi fit akan lebih waspada dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Yassierli juga menemukan beberapa pengemudi yang belum memiliki waktu istirahat yang optimal sebelum bertugas. Ia menekankan bahwa kecukupan waktu istirahat merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan.

Menurutnya, jika pengemudi belum cukup beristirahat atau berada dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, perusahaan angkutan perlu memberikan waktu istirahat tambahan atau menggantinya dengan pengemudi cadangan.

“Kita harus memastikan pengemudi memiliki kesehatan yang prima serta istirahat yang cukup. Jangan sampai pengemudi dipaksakan bekerja saat kondisi tubuh tidak fit, karena keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah yang utama,” kata Yassierli.

Salah satu pengemudi bus yang mengikuti pemeriksaan, Saktiawan (43), mengaku mendukung penuh penyelenggaraan Posko Peduli K3 Mudik Aman. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan seperti ini sangat membantu memastikan awak angkutan yang melayani masyarakat benar-benar berada dalam kondisi siap bertugas.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk menjaga keselamatan perjalanan, terutama bagi bus umum yang membawa banyak penumpang selama musim mudik Lebaran. (P-*r/gr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025