Memperkuat stok pangan nasional, Prabowo akan bangun 100 gudang Bulog di seluruh RI

Zamir Ambia
Kamis, 26 Februari 2026
Ekonomi NEWS 0 397
2 menit membaca

PRIORITAS, 26/2/26 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto meluncurkan inisiatif pembangunan 100 gudang baru milik Perum Bulog yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tiga gudang akan dibangun di Provinsi Sulawesi Tengah, masing-masing berlokasi di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat stok pangan nasional serta meningkatkan dan memodernisasi sistem infrastruktur logistik milik negara.

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, menyampaikan, pembangunan gudang baru ditujukan untuk memperluas daya tampung penyimpanan beras dan jagung, sekaligus meningkatkan mutu pengelolaan hasil panen para petani.

“Setiap gudang akan dilengkapi silo, pengering (dryer), hingga rice milling unit yang disesuaikan dengan komoditas unggulan daerah,” ucap Jusri, Kamis (26/2/26).

Ia menjelaskan, fase awal pembangunan diprioritaskan di daerah yang aksesnya relatif mudah, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta sebagian wilayah Papua. Adapun kawasan kepulauan terluar direncanakan mulai memasuki tahap peletakan batu pertama pada 2026.

Pembangunan gudang selesai pada Maret

Proyek yang menelan anggaran sekitar lima triliun rupiah ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan gudang selesai pada Maret 2026 sehingga dapat dimanfaatkan saat musim panen raya dan mendukung penguatan sistem distribusi pangan nasional.

Di Provinsi Sulawesi Tengah, penambahan fasilitas gudang dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Sepanjang 2024, realisasi pengadaan beras tercatat sekitar 8.000 ton, sementara pada tahun ini targetnya dinaikkan signifikan menjadi 53.000 ton seiring perkiraan panen raya yang berlangsung pada Maret.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Beritasatu, Perum Bulog juga menegaskan, pasokan beras menjelang Ramadan berada dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras tercatat sekitar 21.000 ton dengan rata-rata distribusi berkisar antara 2.000 hingga 3.000 ton setiap bulan.

Program pembangunan 100 gudang tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional serta menjamin pemerataan distribusi logistik pemerintah hingga menjangkau wilayah kepulauan. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025