
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setdaprov Sulut, Jimmy Ringkuangan menyampaikan sambutan pada rakor MBG di Manado belum lama ini. (Courtesy: ANTARA/Karel A Polakitan) PRIORITAS, 15/5/26 (Manado): Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat sebanyak 381.004 warga telah menikmati manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut, Jimmy Ringkuangan, mengatakan program tersebut kini telah menjangkau ribuan sekolah di berbagai daerah.
“Program MBG tersebut telah menjangkau 3.320 sekolah,” kata Jimmy Ringkuangan di Manado, bar-baru ini.

Jimmy menjelaskan, total penerima manfaat terdiri atas 322.382 siswa, 23.707 tenaga pendidik, serta 34.808 kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
Pelaksanaan program tersebut juga didukung oleh 103 kader lapangan yang membantu distribusi dan pengawasan di daerah se-Sulut.
Menurut Jimmy, hingga 7 Mei 2026, telah berdiri sebanyak 169 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi di seluruh wilayah Sulut.
Sebaran unit SPPG tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulut. Kota Manado menjadi daerah dengan jumlah SPPG terbanyak yakni 41 unit, disusul Kabupaten Minahasa sebanyak 27 unit.
Sementara itu, Kabupaten Minahasa Utara memiliki 13 SPPG, sedangkan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Kepulauan Sitaro masing-masing memiliki 11 unit.
Selanjutnya, Kota Bitung, Kota Tomohon, dan Kabupaten Bolaang Mongondow masing-masing memiliki 10 SPPG. Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat memiliki delapan unit, Kota Kotamobagu tujuh unit, serta Kabupaten Minahasa Tenggara enam unit.
Adapun Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Kepulauan Talaud masing-masing memiliki lima unit SPPG, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tiga unit, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dua unit.
Jimmy menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran nyata dari upaya pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat dilakukan secara merata hingga ke wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan manifestasi dari kerja keras kita semua dalam memastikan hak gizi masyarakat terpenuhi secara inklusif tanpa pengecualian geografis,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Antara.
Ia menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi harian masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kedaulatan bangsa di masa depan.(P-sm)


