Mahasiswa UNG ajarkan PHBS ke anak-anak, kebiasaan sederhana ini jadi kunci cegah penyakit

Sem Muhaling
Kamis, 20 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (Gorontalo): Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengedukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mereka menyasar siswa sekolah dasar melalui program KKN Profesi Kesehatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lauwonu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (19/8/2026). Mahasiswa mengemas edukasi kesehatan dengan pendekatan interaktif dan mudah dipahami anak-anak.

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, Anissa O R Pakaya, mengatakan kegiatan mengedukasi PHBS itu menjadi kontribusi nyata mahasiswa. Menurutnya, edukasi sejak usia dini dapat membantu membentuk kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mahasiswa ingin mendorong anak-anak menerapkan PHBS secara konsisten. Mereka berharap kebiasaan tersebut terus berjalan, baik di rumah maupun lingkungan sekolah.

Anissa menjelaskan sejumlah kebiasaan sederhana menjadi materi utama dalam kegiatan tersebut. Anak-anak belajar menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Mahasiswa ajarkan kebiasaan sehat sejak dini

Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mencegah berbagai penyakit.

“Para siswa diajak memahami perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar materi pembelajaran,” kata Anissa.

Menurutnya, anak-anak perlu menjadikan PHBS sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah.

Mahasiswa menggunakan bahasa sederhana sesuai karakteristik peserta didik. Mereka juga memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman.

Dengan metode tersebut, siswa dapat menghubungkan materi dengan kebiasaan mereka sendiri. Pendekatan ini juga membuat edukasi kesehatan terasa lebih dekat dan mudah dipraktikkan.

Guru punya peran penting

Kegiatan tersebut juga melibatkan guru wali kelas dan guru pendamping. Kehadiran mereka menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan pesan kesehatan setelah kegiatan berakhir.

Anissa berharap guru terus mendampingi siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, edukasi tidak berhenti setelah penyuluhan selesai.

“Guru diharapkan dapat terus mendampingi siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat,” ujarnya seperti dilansir dari Antara News Gorontalo.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan sehat anak. Karena itu, guru dapat memperkuat pesan kesehatan melalui kegiatan sehari-hari.

Sementara itu, keluarga juga dapat melanjutkan kebiasaan tersebut di rumah. Kolaborasi sekolah dan keluarga akan membuat penerapan PHBS lebih konsisten.

Siswa antusias mengikuti edukasi PHBS

Para siswa menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan moderator dan narasumber.

Selain itu, siswa ikut berdiskusi mengenai kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Interaksi tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih komunikatif.

Mahasiswa menilai metode edukasi yang menyenangkan dapat membantu anak memahami pesan kesehatan. Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman mereka.

Dengan demikian, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG tidak hanya menyampaikan teori. Mereka juga mendorong siswa mempraktikkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa kepada masyarakat melalui bidang kesehatan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan itu diharapkan membentuk kebiasaan positif sejak usia dini.

Pada akhirnya, PHBS membutuhkan penerapan secara konsisten agar memberikan manfaat nyata. Karena itu, mahasiswa berharap siswa, guru, dan keluarga terus menjaga kebiasaan tersebut setelah kegiatan berakhir. (P-*Ant/sm) 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025