Tonton Youtube BP

Korban selamat kecelakaan tragis pesawat Air India masih menderita trauma

Jeffry Wuisan
4 Nov 2025 21:00
3 minutes reading

PRIORITAS, 4/11/25 (London):  Satu-satunya korban selamat dari kecelakaan tragis pesawat Air India di Ahmedabad pada Juni 2025 lalu yang merenggut 241 nyawa, Vishwas Kumar Ramesh, mengaku masih menderita sakit dan trauma.

Meski sudah 4 bulan berlalu, tetapi peristiwa mengerikan itu, rasa duka masih menghantuinya setiap hari. Ia bahkan menderita sulit tidur.

Ramesh warga negara Inggris asal India, juga masih mengingat kesulitan yang dihadapinya setelah secara ajaib berhasil meninggalkan kursi nomor 11A di pesawat yang jatuh itu.

Walaupun Ramesh berhasil selamat dari kehancuran Boeing 787 tujuan London di Ahmedabad itu, ia mengatakan terdapat banyak ingatan mempengaruhinya sejak kecelakaan tragis tersebut.

Ramesh mengatakan, untuk bertahan hidup, ia harus membayar harga yang tak tertanggungkan. Adiknya, Ajay, yang duduk beberapa kursi darinya, tidak selamat.

“Saya juga kehilangan saudara laki-laki saya. Saudara laki-laki saya adalah tulang punggung saya. Beberapa tahun terakhir, dia selalu mendukung saya,” ujarnya kepada BBC, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Hindustan Times, hari Selasa (4/11/25).

Vishwas Kumar Ramesh saat dirawat di rumahsakit menangis sedih ketika tahu semua penumpang tewas termasuk adiknya, kecuali dirinya yang selamat.(hindustantimes)

 

Stres pasca trauma

Ia mengungkapkan hidupnya masih diwarnai keterasingan dan kesedihan. “Aku hanya duduk sendirian di kamarku”.

Sejak kembali ke rumahnya di Leicester, Ramesh telah berjuang melawan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma yang parah.

Penasihat medisnya mengatakan Ramesh tidak dapat berbicara dengan istri maupun putranya yang berusia empat tahun.

“Sekarang saya sendirian. Saya hanya duduk di kamar, tidak berbicara dengan istri dan anak saya. Saya suka menyendiri di rumah,” ujarnya dengan suara gemetar.

Mengingat dampak fisiknya, pria berusia 39 tahun itu mengatakan masih merasakan nyeri di kaki, bahu, lutut, dan punggungnya. “Ketika saya berjalan, tidak berjalan dengan benar, pelan-pelan, istri saya membantu,” ujarnya.

Trauma tersebut telah menjalar ke seluruh keluarganya. “Secara fisik, mental, dan juga keluarga saya, secara mental… Ibu saya selama empat bulan terakhir, dia hanya duduk di luar pintu setiap hari, tidak berbicara, tidak ada apa-apa,” tutur Ramesh.

“Saya tidak bisa bicara banyak. Saya berpikir sepanjang malam, saya menderita secara mental. Setiap hari terasa menyakitkan bagi seluruh keluarga,” tambahnya.

Seiring investigasi atas tragedi Air India terus berlanjut, maskapai tersebut menyatakan perawatan untuk Ramesh dan keluarga korban tetap menjadi prioritas utama. Namun, bagi Ramesh, kesembuhan masih terasa jauh.

Berjalan biasa

Kecelakaan pesawat Air India terjadi hanya beberapa detik setelah lepas landas pada bulan Juni, menewaskan 169 warga negara India, 52 warga negara Inggris, dan 19 orang di darat.

Ekor pesawat Air India Boeing 787 Dreamliner yang jatuh terlihat tersangkut di gedung asrama medis di Ahmedabad. (india today)

Investigasi awal Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India menemukan pasokan bahan bakar ke mesin terputus beberapa saat setelah lepas landas.

Pemandangan aneh terlihat ketika Ramesh dengan sejumlah bagian tubuhnya melepuh terbakar,  berjalan biasa menjauh dari reruntuhan pesawat yang sementara dilahap api. Rekaman mengerikan itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

Rames masih belum bisa memahami bagaimana ia bisa selamat. “Saya hanya satu-satunya yang selamat. Namun, saya masih belum percaya. Ini sebuah keajaiban,” ujarnya.

Ia menolak membahas lebih jauh soal kecelakaan tersebut karena masih terlalu menyakitkan. (P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x