Komandan OPM dilaporkan tewas usai aksi pembakaran gereja dan sekolah

Zamir Ambia
Selasa, 28 April 2026
DAERAH NEWS 0 302
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/4/26 (Jakarta): Komandan OPM Jeki Murib dilaporkan tewas dalam operasi penindakan TNI di wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Aparat menyebut Jeki merupakan salah satu tokoh penting kelompok separatis bersenjata yang selama ini aktif melakukan aksi teror di kawasan tersebut.


Menurut keterangan TNI, Jeki Murib menjabat sebagai Wakil Komandan Wilayah OPM Kepala Air. Ia disebut terlibat dalam berbagai aksi kriminal bersenjata, mulai dari penyerangan terhadap aparat hingga pembakaran fasilitas umum milik masyarakat.

Salah satu aksi paling menonjol terjadi saat kelompoknya membakar gereja di Desa Pinapa dan sekolah di Desa Pinggil. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga karena fasilitas pendidikan serta tempat ibadah menjadi sasaran serangan.

Selain itu, Jeki Murib juga dituding bertanggung jawab atas pembakaran rumah Bupati Puncak Elvis Tabuni. Tidak hanya rumah pejabat daerah, kelompoknya turut merusak puskesmas dan kantor distrik di wilayah Papua Tengah.


Aparat menyebut kelompok pimpinan Jeki Murib kerap melakukan intimidasi terhadap warga sipil. Warga beberapa kampung bahkan terpaksa mengungsi ke hutan demi menyelamatkan diri saat aksi penyerangan berlangsung.

Operasi penindakan berlangsung di Desa Kulume, Distrik Omukia. Kontak senjata antara pasukan TNI dan kelompok OPM berlangsung singkat sekitar 10 menit sebelum Jeki Murib akhirnya tewas ditembak.

Sejumlah barang bukti

Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti berupa tombak, anak panah, serta bendera bintang kejora. TNI memastikan tidak ada korban dari pihak aparat maupun warga sipil dalam operasi tersebut.

Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menilai tindakan kelompok Jeki Murib telah merusak kehidupan masyarakat Papua. Ia menyebut pembakaran sekolah dan gereja menjadi bentuk ancaman terhadap pendidikan serta kehidupan sosial warga.

TNI menegaskan operasi terhadap kelompok bersenjata di Papua akan terus dilakukan demi menjaga keamanan masyarakat. Aparat juga mengklaim dukungan warga terhadap upaya penegakan keamanan di wilayah konflik semakin meningkat, demikian informasi yang diterima dari TVRI News. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan