Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara signifikan, sehingga diperlukan strategi baru untuk menyiapkan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada Examination Authority (EXOT) 2026 SMP-SMA Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Menurut Afriansyah, pemerintah kini tidak hanya berfokus menyiapkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan talenta yang mampu menciptakan inovasi dan peluang usaha baru.
Empat pilar strategis prioritas Kemnaker tahun 2026 meliputi Pusat Pelatihan Vokasi berbasis skilling dan reskilling, Talent & Innovation Hub (TIH), Pelatihan dan Penempatan Disabilitas, serta Labor Productivity Clinics.
Program Pusat Pelatihan Vokasi difokuskan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja melalui peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang sesuai kebutuhan industri masa depan.
Sementara itu, Talent & Innovation Hub dikembangkan sebagai inkubator inovasi dan kewirausahaan untuk mendorong lahirnya talenta kreatif, startup, hingga inovator muda berbasis teknologi.
Kemnaker juga memperkuat program pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas guna menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif dan setara bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, Labor Productivity Clinics disiapkan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan nasional melalui penguatan budaya kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan global.
“Indonesia membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” kata Afriansyah.
Ia menilai penguatan SDM kreatif dan inovatif menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045, terutama dalam menghadapi kompetisi global berbasis teknologi dan ekonomi kreatif.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing global,” ujarnya.
Biro Humas Kemnaker menyebut penguatan empat pilar strategis tersebut akan dijalankan secara terintegrasi guna membangun ekosistem ketenagakerjaan nasional yang produktif, inklusif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja di era digital. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)