Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. (Diskominfo Kepri)PRIORITAS, 23/2/2026 (Tanjungpinang): Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Provinsi Kepulauan Riau berhasil menekan angka kemiskinan hingga 4,44 persen.
Capaian ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Sumatera sekaligus urutan keempat terendah secara nasional pada 2025.
Data profil kemiskinan Maret 2025 mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 117.280 orang, turun signifikan dari 124.960 orang pada September 2024. Penurunan 7.700 jiwa tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi mulai dirasakan kelompok masyarakat bawah.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa pengendalian kemiskinan menjadi indikator penting pembangunan inklusif.
“Pertumbuhan ekonomi tidak hanya soal angka makro, tetapi bagaimana manfaatnya dirasakan merata. Kami berkomitmen memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujarnya saat refleksi satu tahun pemerintahan, Jumat (20/2/2026).
Selain kemiskinan yang menurun, kualitas hidup masyarakat turut meningkat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri mencapai 80,53 dan masuk kategori “sangat tinggi”, tertinggi di luar Pulau Jawa. Capaian ini ditopang berbagai program jaring pengaman sosial, seperti bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 9.200 petani dan nelayan, bantuan seragam sekolah gratis bagi 39.000 siswa, hingga rumah singgah gratis di Jakarta dan Batam bagi pasien rujukan.
Wakil Gubernur Nyanyang menambahkan, pemerintah juga fokus pada rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) guna mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah.
“Pada 2025, sebanyak 99 unit rumah warga kurang mampu telah direhabilitasi. Sinergi dengan program pusat seperti Makan Bergizi Gratis yang realisasinya mencapai 79,32 persen di Kepri turut menekan beban pengeluaran masyarakat miskin,” jelasnya.
Pemerintah provinsi menargetkan penurunan bertahap tingkat kemiskinan hingga 2,26 persen pada 2030 melalui perluasan lapangan kerja, investasi, dan pendidikan vokasi, sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem di Bumi Segantang Lada. (P-Jeff K)