Kemenkes imbau masyarakat waspadai tren kasus ISPA saat kemarau

Giovanni Riung
Sabtu, 15 Agustus 2026
HUMANIORA 0 326
2 menit membaca

PRIORITAS, 15/8/26 (Jakarta): Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan bahwa perubahan iklim dan kekeringan memicu kenaikan kasus penyakit pernapasan ini.


Peralihan musim kemarau ke musim hujan sering kali menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya, masyarakat menjadi lebih rentan terserang ISPA saat terjadi perubahan cuaca yang ekstrem.”Perubahan lingkungan yang ekstrem membuat masyarakat lebih rentan terkena penyakit. Selain itu, penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan juga meningkatkan kasus ISPA,” ujar Aji dalam keterangannya, Jumat.

Hubungan kemarau, polusi udara, dan angka kasus

Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Selanjutnya, fenomena ini menghasilkan polutan partikel berbahaya seperti PM 2,5 yang menurunkan kualitas udara.

Namun demikian, Kemenkes mencatat daerah terpadat seperti Pulau Jawa justru melaporkan kasus ISPA tertinggi. Oleh karena itu, tingginya populasi dan polusi udara perkotaan memegang peranan besar selain dampak karhutla.


Secara statistik, Kemenkes mencatat perkembangan data kasus ISPA sebagai berikut:

  • Januari–Agustus 2025: Kemenkes menerima laporan sebanyak 15,4 juta kasus ISPA.

  • Januari–Agustus 2026: Angka tersebut sedikit meningkat menjadi 15,6 juta kasus.

  • Kunjungan Rumah Sakit (Januari–Juli 2026): Fasilitas kesehatan mencatat 676.404 kunjungan pasien ISPA.

  • Tren Tiga Pekan Terakhir: Meski angka tahunan naik tipis, tren mingguan justru menunjukkan penurunan sebesar 0,6 persen.

Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan

Guna mencegah penularan ISPA, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, warga sebaiknya memakai masker saat berada di luar ruangan dan memanfaatkan air purifier di dalam rumah.

Sementara itu, pihak Kemenkes telah menyiagakan rumah sakit vertikal di berbagai daerah. Langkah antisipasi ini menjamin kesiapan tenaga medis dalam menangani pasien kegawatdaruratan akibat cuaca panas dan polusi udara. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan