Ia mengimbau 2.758 jemaah haji asal Lamongan agar tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas. Fokus saja pada persiapan ibadah,” ujar Abd Ghofur kepada wartawan, Rabu (31/3/26), dikutip dari Beritasatu.com.
Ia menyampaikan, pemerintah Indonesia melalui Kemenhaj telah menuntaskan seluruh kontrak layanan haji di Arab Saudi, mencakup transportasi, akomodasi, hingga konsumsi.
Dengan demikian, seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji dipastikan berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Para jemaah sebaiknya memperbanyak doa dan fokus pada persiapan batin, bukan cemas dengan situasi geopolitik,” tambahnya.
Dari sisi kesiapan daerah, seluruh dokumen jemaah haji asal Lamongan, termasuk paspor dan visa, telah diselesaikan sepenuhnya. Distribusi koper jemaah pun mulai dilakukan secara bertahap, sementara persiapan kesehatan terus dimatangkan melalui program vaksinasi.
Saat ini, para jemaah telah mengikuti vaksinasi rutin dan dalam waktu dekat akan melengkapi vaksin polio melalui Dinas Kesehatan.
Abd Ghofur menyampaikan, jemaah haji Lamongan yang tergabung dalam kloter 30 hingga 37 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 29 April hingga 1 Mei 2026. (P-Zamir)