Tonton Youtube BP

Israel ancam bunuh 200 militan Hamas yang terperangkap di terowongan Jalur Gaza

Jeffry Wuisan
4 Nov 2025 23:41
4 minutes reading

PRIORITAS, 4/11/25 (Jalur Gaza): Militer Israel akan membunuh sekitar 200 militan Hamas yang terperangkap di beberapa terowongan bawah tanah di Jalur Gaza, sejak hari Minggu, 2 November 2025.

Ancaman itu dikemukakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika para kelompok teror itu tidak mau menyerah dan meletakkan senjata mereka.

Sebanyak 200 militan Hamas tersebut terperangkap setelah militer Israel sudah membom dan meledakkan hampir semua terowongan di Jalur Gaza.

Selain itu, sejumlah pintu masuk dan keluar terowongan yang berada di dalam area garis kuning dan dikuasai militer Israel, ternyata sudah diblokir.

“Perdana Menteri tidak mengizinkan 200 teroris Hamas lewat dengan aman. Perdana Menteri tetap teguh pada pendiriannya untuk melucuti senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza, sekaligus menggagalkan ancaman teroris terhadap pasukan Israel”, kata Kantor Perdana Menteri Israel, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Selasa (4/11/25).

Dibiarkan tewas

Keluarga para militan Hamas di al-Mawasi mengatakan mereka telah menerima panggilan telepon putus asa dari mereka yang terjebak.

Para militan itu, menuduh pemimpin Hamas sengaja membiarkan mereka mati di di dalam terowongan bawah tanah di Gaza selatan.

Militer Israel sudah mendeteksi ada ratusan militan Hamas terjebak di terowongan di dalam zona yang dikuasai Israel di “garis kuning”, terutama di Tel as-Sultan, Shaboura, dan Khan Yunis timur.

Para militan yang terjebak juga mengatakan pimpinan Hamas telah memutuskan semua kontak.

Ratusan militan Hamas terperangkap di dalam terowongan bawah tanah di Rafah, Jalur Gaza Selatan, yang sudah dikepung militer Israel.(tbnisrael)

Sayap militer Hamas, Brigade Qassam, merilis pernyataan yang mengonfirmasi mereka telah kehilangan kontak dengan para pejuangnya di Rafah, yang dihancurkan dan diduduki pasukan Israel selama perang.

Para militan yang terisolasi ini, diduga tidak dapat mundur ke zona yang dikuasai Hamas di luar ‘garis kuning’ tanpa muncul dari terowongan mereka dan akhirnya terdeteksi militer Israel.

Dibunuh atau dipenjara

Menteri Keamanan Nasional Israel,  Itamar Ben-Gvir,  meminta PM Israel Netanyahu untuk tidak membiarkan para militan Hamas keluar dari terowongan dengan aman.

Ia telah mengatakan agar semua teroris Hamas yang terperangkap tersebut dibunuh atau dipenjara.

“Ini adalah kesempatan untuk melenyapkan atau menangkap mereka—bukan membebaskan mereka dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal”, katanya, sepeti dilaporkan Ynetnews.

Teroris Hamas membunuh setidaknya tiga tentara Israel di Rafah, Jalur Gaza Selatan, sejak gencatan senjata mulai berlaku.

Mayor Yaniv Kula dan Sersan Staf Itay Yavetz tewas pada tanggal 19 Oktober 2025 ketika militan Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata, dengan menembakkan rudal anti-tank dan tembakan ke arah tentara Israel.

Sersan Kepala Kelas Satu (Purn.) Yona “Efi” Efraim Feldbaum tewas ditembak pada tanggal 28 Oktober 2025.

Karena itu, keluarga korban menolak gagasan memberi jalan aman bagi ratusan militan yang terjebak di terowongan tersebut.

“Tidak terpikirkan membiarkan teroris keji, pembunuh putra-putra terbaik kita, bebas begitu saja. Kematian Efi tidak sia-sia,” tegas mereka.

“Kami menyerukan kepada Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz untuk menghentikan aib ini,” dan “memberikan perintah untuk menghancurkan para teroris yang terkepung,” tambah mereka.

Menurut pandangan mereka, ini adalah pemberantasan teroris Hamas dan tidak boleh membiarkan para teroris itu kembali ke medan perang sebagai pahlawan yang dipuji.

Tidak mengizinkan

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga sudah menegaskan tidak ada teroris Hamas yang akan diizinkan lewat dari garis batas kuning dengan aman tanpa pelucutan senjata.

“Perdana Menteri melanjutkan sikap tegasnya untuk melucuti senjata Hamas”, demikian pernyataan kantor tersebut.

The Jerusalem Post melaporkan, sebelumnya pihak mediator telah meminta Israel untuk memberikan jalan aman bagi militan Hamas yang terjebak di dalam terowongan, agar bisa keluar dan memasuki wilayah kekuasaan Hamas.

Menurut media berita berbahasa Ibrani, Channel 14, ada kekhawatiran yang berkembang di Israel terowongan para militan Hamas terjebak itu,  mungkin juga berisi sisa-sisa jenazah tawanan Israel.

Itulah sebabnya kondisi tersebut dilaporkan telah menghalangi pasukan Israel untuk melakukan pengeboman besar-besaran dalam upaya menghancurkan mereka.

Israel menuduh militan Hamas sengaja menahan jenazah dan menunda pembebasan mereka.

Namun, Palang Merah telah mengonfirmasi kesulitan yang luar biasa dalam menemukan jenazah-jenazah tersebut karena banyaknya puing-puing bangunan akibat perang. (P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x