
PRIORITAS, 13/5/26 (Tondano, Sulut): Warga di sekitar Danau Tondano Minahasa, Sulawesi Utara, dibuat heboh dengan video seekor ikan sapu-sapu yang disebut-sebut sudah mati namun kembali bergerak dan hidup saat hendak dibuang. Peristiwa unik tersebut ramai diperbincangkan masyarakat dan viral di media sosial setelah video rekamannya tersebar luas di berbagai platform digital.
Dalam video yang beredar, terlihat seekor ikan sapu-sapu berukuran cukup besar berada dalam kondisi terbalik tampak tidak bergerak setelah dijemur di panas terik seharian. Warga yang menemukan ikan itu awalnya mengira ikan tersebut sudah mati karena tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Namun ketika ia mencoba merendam ikan tersebut ke air, tiba-tiba mulai menggerakkan bagian insang dan dadanya secara perlahan hingga akhirnya kembali bergerak aktif. Fenomena itu sontak membuat warga yang berada di lokasi terkejut dan histeris.
“Awalnya dikira sudah mati karena sudah lama terbalik dan tidak bergerak. Tapi tiba-tiba hidup lagi dan mulai bergerak,” ujar pengunggah salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Video ikan sapu-sapu yang disebut hidup kembali itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam komentar dari netizen. Banyak warga mengaku penasaran dengan fenomena tersebut, sementara sebagian lainnya mengaitkannya dengan kemampuan ikan sapu-sapu yang dikenal mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.
Beberapa netizen bahkan menyebut kejadian itu sebagai fenomena langka yang jarang terjadi di Danau Tondano.
“Aneh juga, sudah seperti mati tapi ternyata masih hidup,” tulis salah satu akun media sosial.
Ada pula warga yang menilai ikan tersebut kemungkinan hanya mengalami kondisi lemah atau pingsan akibat kekurangan oksigen sebelum akhirnya kembali sadar saat terkena air atau mendapat rangsangan gerakan.
Ikan sapu-sapu atau pleco memang dikenal sebagai jenis ikan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap lingkungan ekstrem. Ikan ini mampu bertahan di perairan dengan kadar oksigen rendah dan dapat hidup cukup lama di luar air dalam kondisi tertentu karena memiliki kemampuan mengambil oksigen dari udara.
Di Danau Tondano sendiri, populasi ikan sapu-sapu cukup banyak dan kerap dianggap sebagai hama oleh nelayan karena berkembang biak sangat cepat serta mengganggu habitat ikan lokal.
Beberapa warga sekitar danau mengaku sering menemukan ikan sapu-sapu yang tampak mati namun masih dapat bergerak setelah beberapa waktu.
“Kadang memang begitu. Disangka mati ternyata masih hidup karena ikan ini kuat sekali,” kata seorang nelayan setempat.
Fenomena tersebut kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat sekitar Danau Tondano. Banyak warga datang ke lokasi untuk mencari tahu kebenaran kejadian tersebut, sementara video-video terkait terus dibagikan di media sosial.
Meski demikian, sejumlah warga berharap masyarakat tidak langsung mengaitkan fenomena itu dengan hal-hal mistis karena secara ilmiah ikan sapu-sapu memang memiliki kemampuan bertahan hidup yang cukup tinggi dibanding jenis ikan air tawar lainnya.
Peristiwa itu sekaligus kembali menarik perhatian masyarakat terhadap keberadaan ikan sapu-sapu di Danau Tondano yang selama ini menjadi persoalan lingkungan tersendiri akibat populasinya yang terus meningkat.(P-sm)


