Asap mengepul di atas ibukota Teheran saat serangan AS dan Israel berlanjut di Iran, pada 1 Maret 2026. (turkiyetoday)PRIORITAS, 1/3/26 (Ankara): Perang di Timur Tengah terus berlanjut. Hari kedua, gelombang serangan Israel menghantam ‘jantung Iran’ untuk pertama kalinya sejak pecah perang.
Informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Minggu (1/3/26), Angkatan Udara Israel menyerang puluhan target di pusat ibukota Teheran, sehari setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para jenderalnya.
“Untuk pertama kalinya sejak dimulainya Lion Roar operation atau operasi Singa Mengaum, Israel menyerang target yang merupakan milik rezim teror Iran di jantung Teheran,” kata militer Israel seperti dirilis Turkiye Today.
Militer Israel mengatakan telah melakukan operasi skala besar, untuk membangun superioritas udara dan membuka jalan ke Teheran.
Israel menargetkan setidaknya 30 lokasi strategis lain dalam gelombang serangan kedua hari Minggu. Televisi pemerintah Iran juga diserang.
Serangan Israel itu juga menyasar Iran barat dan tengah, menghantam sistem pertahanan udara, peluncur rudal, target rezim, dan pusat komando militer.
Serangan balasan
Dua pejabat AS mengkonfirmasi kepada CBS News, AS dan Israel telah melancarkan gelombang serangan balasan kedua setelah serangan awal pada hari Sabtu.
Seorang koresponden Anadolu Agency (AA) di ibukota Iran, Teheran, melaporkan ledakan beruntun di seluruh kota, dengan serangan menghantam distrik utara dan timur serta asap mengepul dari beberapa titik dampak.
Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan asap tebal yang membubung dari beberapa wilayah ibu kota Iran.
Pihak berwenang Iran belum memberikan komentar terkait serangan terbaru Israel di Teheran.
Namun Bulan Sabit Merah (Palang Merah Iran) melaporkan serangan terjadi di dekat rumah sakit di Teheran.
Serangan itu menimbulkan kekhawatiran tentang infrastruktur sipil, yang terkena dampak pengeboman semakin intensif.
Serangan terhadap ibu kota Teheran terjadi ketika Bulan Sabit Merah Iran sebelumnya telah melaporkan 201 kematian dan 747 luka-luka di 24 provinsi Iran akibat serangan pada hari Sabtu. (P-Jeffry W)