Ferry Daud Liando (kedua kanan) saat menerima arahan Gubernur Yulius Selvanus. (Istimewa)PRIORITAS, 17/3/2026 (Manado): Upaya memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan sosial terus dilakukan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Ia mendorong penguatan arah kerja Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dengan melibatkan kalangan akademisi dalam struktur keanggotaannya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadirkan perspektif ilmiah dan analisis yang lebih komprehensif dalam memetakan berbagai dinamika sosial di Sulawesi Utara.
Dengan keterlibatan akademisi, harap YSK, FKDM tidak hanya berfungsi sebagai wadah pemantauan di tingkat masyarakat, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi strategis berbasis kajian ilmiah kepada pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kerukunan di tengah masyarakat.
Salah satu akademisi yang dilibatkan adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi, Ferry Daud Liando.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi untuk memberikan landasan ilmiah dalam setiap langkah strategis FKDM. “Kita tidak hanya butuh informasi dari lapangan, tetapi juga kajian ilmiah yang mampu mengurai dan memetakan setiap potensi persoalan secara objektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, FKDM tidak hanya dituntut responsif, tetapi juga harus kuat dalam analisis dan kajian.
“Kita ingin FKDM ini tidak hanya cepat merespons, tetapi juga kuat dalam kajian. Karena setiap keputusan harus mempunyai dasar yang jelas,” tegasnya.
Gubernur berharap kehadiran Ferry Liando dapat memberikan kontribusi signifikan dalam analisis berbasis data, khususnya dalam membaca dinamika sosial, politik, hingga keamanan di daerah.
Dengan dukungan perspektif akademik, FKDM diharapkan menjadi lembaga yang sigap dalam deteksi dini sekaligus unggul dalam merumuskan rekomendasi yang objektif dan independen. (P-Deon Y. Wonggo)