
Foto ilustrasi beli rumah. (Ist)PRIORITAS, 25/2/25 (Jakarta): Generasi Z di Indonesia semakin kesulitan untuk memiliki rumah akibat kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan.

Laporan yang diolah Beritaprioritas.com, Selasa (25/2/25) dari Rilis.id menunjukkan, harga rumah di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya naik lebih dari 10 persen setiap tahunnya, sementara kenaikan gaji rata-rata hanya berkisar 4-5 persen.
Selain itu, tingginya suku bunga KPR dan biaya hidup yang terus meningkat semakin mempersempit peluang Gen Z untuk membeli hunian. Banyak dari mereka akhirnya memilih untuk menyewa atau tinggal bersama orang tua lebih lama.
Para pakar properti menyarankan pemerintah untuk memberikan insentif, seperti subsidi DP atau skema kredit dengan bunga lebih rendah, agar kepemilikan rumah bagi generasi muda lebih terjangkau. Namun, hingga kini, solusi konkret dari pemerintah masih dinanti.

Poin-poin utama terkait kesulitan Gen Z dalam memiliki rumah:

