Gempa M 6,2 Parigi Moutong, Gubernur Anwar Hafid gerak gepat perintahkan pengecekan dampak

Sem Muhaling
Minggu, 16 Agustus 2026
Bencana DAERAH 0 230
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/8/26 (Parigi Moutong): Gubernur Anwar Hafid langsung memerintahkan pengecekan dampak gempa bumi di Kabupaten Parigi Moutong. Gempa tersebut mengguncang wilayah sekitar Parigi Moutong pada Sabtu (15/8) malam. Guncangan terjadi sekitar pukul 23.25 WITA dengan kekuatan awal magnitudo 6,2.

Gubernur Sulawesi Tengah itu meminta Bupati Parigi Moutong segera memeriksa kondisi masyarakat. Pemeriksaan terutama menyasar rumah warga dan fasilitas yang berpotensi mengalami kerusakan.

“Saya sudah sampaikan tadi malam kepada Pak Bupati agar segera melakukan pengecekan,” kata Anwar Hafid di Palu, Minggu (16/8).

Pemantauan dampak terus berjalan

Anwar mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Parigi Moutong. Komunikasi itu bertujuan memperoleh informasi terbaru tentang kondisi wilayah setelah gempa.

Berdasarkan laporan sementara, pemerintah belum menerima informasi tentang kerusakan akibat gempa tersebut. Namun, pemerintah tetap memantau kondisi masyarakat di sejumlah wilayah.

“Untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau apa pun di sana, tetapi ini masih terus kita pantau,” ujarnya.

Gubernur menegaskan pemerintah akan mengambil langkah penanganan jika petugas menemukan dampak gempa. Karena itu, pemantauan lapangan terus berlangsung untuk memastikan keselamatan masyarakat.

BPBD mulai mendata

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong mulai melakukan pendataan.

Petugas memeriksa kemungkinan kerusakan bangunan dan dampak lain akibat gempa. Selain itu, petugas juga mendata kebutuhan mendesak masyarakat yang mungkin terdampak.

Pemerintah daerah terus memperbarui informasi berdasarkan hasil pemantauan lapangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan respons bencana berjalan cepat dan tepat.

BPBD juga mencatat satu kali gempa susulan setelah gempa utama. Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 2,2 dan terjadi pada pukul 01.27 WITA.

BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami

Melansir Antara News, berdasarkan laporan awal, pusat gempa berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur.

Lokasi tersebut berada sekitar 74 kilometer barat daya Parigi Moutong. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kemudian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui parameter gempa. Analisis terbaru mencatat kekuatan gempa menjadi magnitudo 5,9 dengan kedalaman 60 kilometer.

BMKG menempatkan episenter gempa pada koordinat 0,26 derajat LU dan 120,25 derajat BT. Pusat gempa berada di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Parigi Moutong.

Hasil pemodelan tsunami kembali menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut berkaitan dengan deformasi batuan dalam lempeng. Mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama pemerintah kabupaten terus memantau perkembangan situasi. Informasi terbaru akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. (P-*Ant/sm)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025