Gempa M 6,2 Parigi Moutong, BPBD ungkap kondisi rumah warga dan temuan mengejutkan

Sem Muhaling
Minggu, 16 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 16/8/26 (Parigi Moutong): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong belum menerima laporan kerusakan rumah warga. Kondisi itu terjadi setelah gempa di Parigi Moutong magnitudo 6,2 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) malam.


Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan petugas masih melakukan pendataan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga bergerak menuju wilayah pusat gempa.

Namun, guncangan gempa ternyata menyebabkan kerusakan pada bangunan pemerintah. Plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong mengalami kerusakan.

“Kerusakan terjadi pada plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum Parigi Moutong. Sementara rumah warga belum ada laporan kerusakan,” kata Rivai.


TRC BPBD sisir wilayah pusat gempa

Rivai menjelaskan TRC BPBD saat ini melakukan asesmen atau kaji cepat. Petugas mengecek kondisi bangunan dan masyarakat di sekitar pusat gempa.

Langkah tersebut bertujuan memperoleh gambaran lengkap mengenai dampak gempa. Selain itu, petugas juga mengantisipasi laporan kerusakan yang mungkin muncul setelah pendataan berlangsung.

Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (15/8) pukul 23.25 WITA. BMKG mencatat pusat gempa berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur.

Episenter gempa berada sekitar 74 kilometer barat daya Kabupaten Parigi Moutong. BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 44 kilometer dan memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Satu warga meninggal

Selain kerusakan bangunan, BPBD juga menerima laporan satu korban meninggal dunia. Korban tersebut diduga mengalami serangan jantung ketika gempa berlangsung.

Korban bernama Wiwi Putri Thabah, 29 tahun, warga Desa Bugis, Kecamatan Mepanga. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong mencatat informasi tersebut.

Surat kematian dari Pemerintah Desa Bugis turut memperkuat laporan tersebut. Dokumen bernomor 141/050/PM-DBS/SKK/VIII/2026 mencatat waktu meninggal pada Sabtu (16/8) pukul 01.00 WITA.

BPBD terus memperbarui data dari lapangan. Rivai mengatakan petugas belum mempublikasikan data kerusakan karena proses asesmen masih berjalan.

BPBD ingatkan warga jangan percaya hoaks

Rivai meminta masyarakat tetap tenang setelah gempa mengguncang wilayah Parigi Moutong. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya informasi yang beredar tanpa sumber jelas.

Menurutnya, masyarakat perlu mengutamakan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah daerah. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pastikan informasi bersumber dari BMKG maupun pemerintah daerah setempat. Jangan mudah terpancing informasi hoaks, terutama yang beredar di media sosial,” ujar Rivai seperti dilansir dari Antara News.

Sementara itu, BPBD tetap mengerahkan petugas untuk memantau perkembangan situasi. Pemerintah daerah juga menunggu hasil asesmen untuk memastikan seluruh dampak gempa.

Hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi dasar pemerintah menentukan langkah penanganan. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi pemerintah. (P-Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan