Gangguan saraf tepi biasanya diawali kesemutan dan kebas, perlu lakukan pemeriksaan menyeluruh

Herling Tumbel
Kamis, 20 Agustus 2026
Kesehatan 0 220
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/8/26 (Tangerang): Saraf tepi adalah saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan berbagai bagian tubuh. Jaringan ini membawa rasa sentuhan, panas, dingin, dan nyeri, sekaligus meneruskan perintah untuk bergerak.

Bila saraf mengalami tekanan atau cedera, penghantaran sinyal tersebut dapat terganggu.

Diketahui, gangguan saraf tepi biasanya dimulai dari merasakan baal atau kebas, kesemutan, rasa seperti tersetrum, kelemahan atau gangguan gerak pada area leher, bahu, lengan, tangan, maupun tungkai.

Jika mengalami keluhan seperti itu, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif Siloam Hospitals, dr. Andreas Willianto, di Tangerang, Banten, Kamis (20/8/26).

Pemeriksaan menyeluruh

Lebih lanjut Dr. Andreas mengatakan, keluhan pada bahu dan lengan dapat berkaitan dengan gangguan saraf tepi seperti cedera saraf akibat trauma, gangguan pada pleksus brakialis, penjepitan saraf, nyeri saraf kronis, maupun tumor saraf tepi.

“Keluhan pada saraf tepi memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan cedera saraf. Sebab gangguan saraf tepi dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk beraktivitas dan hidup mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Medik Fungsional Neuroscience Siloam Hospitals, dr. Ferry Senjaya, menambahkan salah satu penanganan saraf tepi adalah Peripheral Nerve Surgery atau bedah saraf tepi dengan prosedur operasi untuk memperbaiki, melepaskan, menyambungkan atau mengalihkan saraf yang mengalami kerusakan di luar otak dan sumsum tulang belakang.

“Pada kondisi tertentu, saraf dapat diperbaiki melalui operasi mikro dengan menyambungkan kembali ujung saraf, menggunakan nerve graft/conduit dan melakukan neurolysis untuk membebaskan saraf yang terjepit,” ujarnya.

Rehabilitasi medik

Pendapat tersebut didukung dokter spesialis kedokteran fisik & rehabilitasi, dr Theresia D. Arini. Ia menambahkan rehabilitasi medik bagi pasien alami gangguan saraf tepi bertujuan mempertahankan kemampuan yang masih baik dan melatih kembali fungsi yang menurun.

Diterangkan, program kegiatan berupa latihan gerak, penguatan, pengelolaan nyeri, dan latihan aktivitas sehari-hari. Lama latihan ditentukan berdasarkan jenis gangguan, tindakan yang dijalani dan perkembangan pasien.

“Pemulihan saraf tidak selalu berlangsung cepat. Karena itu, sasaran rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi pasien dan dievaluasi secara berkala. Fokusnya dapat berubah, mulai dari mengatasi keluhan nyeri, menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi hingga memperbaiki postur dan mencapai kemandirian,” ungkapnya. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025