Gangguan jantung jadi pemicu kematian muda mendadak?

Khalied Malvino
Rabu, 5 November 2025
Kesehatan 0 1097
3 menit membaca

Perlu tindakan defibrilasi

Pasien dengan takikardia biasanya memerlukan tindakan defibrilasi atau kejutan listrik untuk memulihkan irama jantung normal.

Jenis lainnya, fibrilasi atrium, menjadi bentuk aritmia paling sering dan berbahaya. Kondisi ini membuat detak jantung tidak teratur dan darah menggumpal di ruang jantung.

“Fibrilasi atrium ini yang paling kita takutkan karena bisa menyebabkan stroke berat atau kematian,” ujar Beny.


Penanganan aritmia kini bisa dilakukan dengan kateter ablasi. Prosedur ini menggunakan kateter kecil untuk menghancurkan sumber gangguan listrik di jantung.

Alternatif lain adalah penutupan kuping jantung untuk mencegah pembentukan bekuan darah.

Sementara itu, Spesialis Neurologi RS Premier Bintaro dr. Meidianie Camellia, Sp.N, menjelaskan, stroke menjadi komplikasi serius dari gangguan jantung.

Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen aliran darah tubuh untuk bekerja optimal. Gangguan sedikit saja bisa memicu kerusakan permanen.

“Sekitar 90 persen faktor risiko stroke bersumber dari gaya hidup, seperti merokok, pola makan tinggi garam dan lemak, stres, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik,” kata dia.

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan