Tonton Youtube BP

Filipina kembali dihantam badai, 90 orang tewas

Jeffry Wuisan
5 Nov 2025 22:29
4 minutes reading

PRIORITAS, 5/11/25 (Manila): Badai dahsyat kembali menghantam Filipina, menyebabkan 90 orang tewas.

Sebelumnya dua badai hebat juga melanda negara ini pada September 2025 lalu dan menyebabkan ratusan orang tewas.

Kali ini badai Kalmaegi atau dikenal di Filipina sebagai Topan Tino, adalah siklon tropis aktif yang menghantam negara itu dengan kecepatan angin maksimum 105 mph (165 km/jam).

Kalmaegi tercatat sebagai badai ke-25 yang diberi nama dan topan kedua belas pada musim topan Pasifik 2025.

Kalmaegi berasal dari daerah konveksi pada 30 Oktober 2025 dan kemudian berputar menjadi besar dan memporakporandakan daerah Filipina.

Sebelum Kalmaegi menerjang daratan, para pejabat setempat mengatakan lebih dari 387.000 orang telah dievakuasi ke tempat aman di provinsi-provinsi Filipina timur dan tengah.

Pihak berwenang juga telah memperingatkan akan adanya hujan deras, angin kencang yang berpotensi merusak, dan gelombang badai hingga mencapai 3 meter tingginya.

Informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Rabu (5/11/25), menyebutkan sebagian besar warga yang tewas, akibat tenggelam dalam banjir dan yang lainnya meninggal karena tanah longsor dan terkena puing-puing yang jatuh di Cebu.

Pejabat setempat mengatakan terdapat 26 orang juga masih hilang di wilayah tersebut.

Tersapu banjir

Banjir akibat Topan Kalmaegi cukup besar, telah melanda kota-kota di provinsi Cebu sehari sebelumnya, menyapu mobil-mobil, gubuk-gubuk di tepi sungai dan bahkan kontainer besi.

Juru bicara pemerintah Provinsi Cebu, Rhon Ramos, mengatakan 35 mayat telah ditemukan dari daerah banjir di Liloan, sebuah kota yang merupakan bagian dari wilayah metro ibu kota provinsi Cebu City, lapor media ABS-CBN.

Tentara Filipina dan relawan menahan tali dalam proses evakuasi warga korban banjir akibat badai di kota Mandaue, Cebu.(philippinearmy)

Berita buruk ini membuat jumlah korban tewas di Cebu menjadi 76. Jumlah itu akhirnya melonjak ke angka 90 orang meninggal setelah di propinsi lain juga terdapat puluhan korban.

“Kota-kota besarlah yang terkena (banjir), daerah-daerah yang sangat urban,” kata Alejandro dalam wawancara dengan radio lokal.

Curah hujan lebat akibat badai telah menyebabkan sungai meluap. Dari situlah airnya berasal dan menerjang rumah penduduk.

“Sekitar pukul empat atau lima pagi, airnya begitu deras sehingga kita bahkan tidak bisa keluar rumah… hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Airnya sangat deras.”, kata warga setempat.

Warga Cabadiangan, Compostela, Amy Bobo, mengatakan ia dan keluarganya tersapu banjir, memaksa mereka berpegangan pada kayu apung.

Ia mengatakan putranya yang berusia 5 tahun kehilangan pegangan sehingga ia tenggelam.

“Ketika ayah saya mencoba muncul kembali dan memanjat pohon pisang, putra saya tertinggal di bawah. Kami tidak berhasil menangkapnya,” ujarnya sedih.

Curah hujan tinggi

Spesialis cuaca, Charmagne Varilla, mengungkapkan dalam 24 jam sebelum badai tiba, daerah sekitar Kota Cebu dibanjiri hujan 183 milimeter (tujuh inci), jauh di atas rata-rata bulanan 131 milimeter.

Gubernur provinsi, Pamela Baricuatro, menyebut situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami menduga angin akan menjadi faktor yang berbahaya, tetapi airlah yang benar-benar membahayakan warga kami,” katanya kepada para wartawan.

Batalion infantri ke-79 Angkatan Darat Filipina membantu evakuasi seorang nenek korban badai di kota San Carlos, di Negros Oriental ke tempat aman.(philippinesarmy)

Para ilmuwan memperingatkan badai menjadi lebih kuat akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia.

Lautan menjadi lebih hangat sehingga memungkinkan topan menguat dengan cepat. Begitu pun atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak kelembapan, yang berarti curah hujan menjadi lebih tinggi.

Militer Filipina mengonfirmasi sebuah helikopter, salah satu dari empat yang dikerahkan untuk membantu upaya bantuan badai, jatuh di pulau Mindanao utara.

“Helikopter Super Huey jatuh saat dalam perjalanan menuju kota pesisir Butuan dalam rangka mendukung operasi bantuan terkait badai dahsyat tersebut”, kata Komando Mindanao Timur dalam sebuah pernyataan.

Beberapa jam kemudian, juru bicara angkatan udara Kolonel Maria Christina Basco mengatakan jenazah enam orang di helikopter telah ditemukan pasukan.

20 badai setahun

Filipina dilanda rata-rata 20 badai atau topan setiap tahun, yang secara rutin melanda wilayah tempat jutaan orang hidup dalam kemiskinan.

Anggaran negara Filipina banyak terkuras untuk menangani terjangan badai-badai, seperti bantuan pangan dan obat-obatan bagi warga terdampak, termasuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Sedikitnya tiga hingga lima badai lagi diperkirakan akan mengahnatm Filipina pada akhir Desember 2025 ini.

Filipina dilanda dua badai besar pada bulan September2025, termasuk badai dahsyat Ragasa (Nando), dan Bualoi yang menghancurkan puluha ribu bangunan dan hingga menewaskan ratusan orang di Filipina serta Taiwan.

Badai Kalmaegi saat ini, diprediksi akan melanda Vietnam pada Jumat pagi. Padahal  Vietnam Tengah  masih dilanda hujan deras selama berhari-hari yang memicu banjir bandang dan tanah longsor.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x