Fakta mengerikan darurat kekerasan seksual di Pesantren: Mengapa predator terus bermunculan di dunia pendidikan?

Selvijn MJR
Sabtu, 16 Mei 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 16/5/26 (Jakarta): Belakangan ini, ramai dan viral tersebar via berbagai media, terlebih media sosial, (Medsos), ihwal beragam kasus pencabulan dan kekerasan seksual.
Ironisnya, itu terjadi di lingkup dunia pendidikan Indonesia, termasuk Pondok Pesantren.


Ya, dunia pendidikan kita kembali diguncang oleh rentetan kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Predator bertopeng pendidik & fakta mengerikan

Yakni, mulai dari Pati, Bogor, Mesuji, hingga Surabaya, para santri yang seharusnya menimba ilmu justru menjadi korban predator yang berlindung di balik status pendidik dan pengajar atau guru.


Ilustrasi kekerasan seksual. (‘Couetesy’ Pixabay/Dok/Ist)

Nah, silahkan simak Laporan Khusus BeritaSatu, Jumat sore (15/5/26) kemarin, yang membedah data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang menunjukkan fakta mengerikan.

Yakni, dalam 90 hari terakhir, tercatat 233 kasus kekerasan di satuan pendidikan, di mana 46 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual.

Lalu ironisnya, 63 persen pelaku merupakan pihak internal sekolah atau pesantren, sehingga ini tentu perlu atensi khusus serta solusi bijak, bukan cuma via pebegakan hukum. Ayo, mari segera turun tangan bersama untuk Indonesia lebih baik. (P-*r/Bst/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan