Erupsi Gunung Ibu kembali terjadi, kolom abu capai 600 meter

Khalied Malvino
Minggu, 21 Desember 2025
NEWS 0 473
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/12/25 (Ternate): Erupsi Gunung Ibu kembali terjadi pada Minggu (21/12/25) pagi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu melaporkan letusan melontarkan abu vulkanik setinggi hingga 600 meter dari puncak gunung di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Petugas PGA Ibu, Darsono H Muhammad Nur, menyampaikan erupsi terjadi sekitar pukul 09.30 WIT dengan kolom abu teramati cukup signifikan.

“Erupsi sekitar pukul 09.30 WIT dengan tinggi kolom abu teramati setinggi 600 meter di atas puncak,” kata petugas PGA Ibu, Darsono H Muhammad Nur seperti dikutip Beritaprioritas dari Antara, Minggu (21/12/25).

Secara visual, kolom abu erupsi Gunung Ibu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu condong ke timur laut dan timur, mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.

Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam jelas melalui alat pemantauan kegempaan.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ± 36 detik,” ungkapnya.

Darsono menjelaskan, gunung api dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut itu saat ini masih berada pada status Level II atau Waspada.

Status tersebut menandakan adanya aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai, meski belum mengarah pada kondisi darurat.

Seiring dengan status tersebut, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Ibu diminta mematuhi rekomendasi keselamatan.

Aktivitas warga dan pengunjung dilarang dalam radius dua kilometer dari kawah aktif, termasuk perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Selain itu, warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung masker dan kacamata, agar terhindar dari paparan abu Gunung Ibu,” ujarnya.

PGA Ibu juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik.

“Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” katanya mengingatkan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu.

Langkah ini dinilai penting agar informasi terkait erupsi Gunung Ibu tersampaikan secara akurat dan cepat kepada masyarakat. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025