Enam tentara AS tewas terkena rudal Iran

Jeffry Wuisan
Selasa, 3 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 3/3/26 (Washington): Sebanyak enam tentara Amerika Serikat (AS) dinyatakan tewas setelah mengalami luka-luka serius,  akibat serangan rudal balistik Iran di pangkalan Kuwait.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Selasa (3/3/26), Komando Pusat AS (US Centcom)  mengatakan pasukan AS telah menemukan jenazah dua anggota militer dari sebuah fasilitas yang terkena serangan awal Iran di wilayah tersebut.

US Centcom mengkonfirmasi tambahan dua jenazah itu menjadi total enam anggota militer AS tewas dalam serangan balasan Iran tersebut.

Iran menyerang sejumlah negara di kawasan Teluk seperti  Bahrain, Irak, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar,  Arab Saudi, termasuk Kuwait, setelah sebelumnya AS dan Israel menyerang sekitar 500 sasaran di Iran.

Serangan awal Israel-AS itu menewaskan pimimpin rezim, Ayatolah Ali Khamenei beserta para jenderal penting.

“Enam anggota militer Amerika tewas di tengah pembalasan Iran atas serangan AS dan Israel selama akhir pekan”, kata para pejabat AS seperti dirilis Fox News.

US Centcom menyatakan operasi tempur besar terus berlanjut. “Identitas para korban yang gugur dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat,” demikian pernyataan US Centcom.

 

Bertugas di Kuwait

US Centcom tidak menyebutkan di mana enam tentara AS itu tewas. Namun sumber lain mengatakan keenam tentara AS yang meninggal itu bertugas di pusat operasi sementara Pelabuhan Shuaiba dan Camp Arifjan di Kuwait.

Bangunan tempat mereka bertugas terkena serangan rudal balistik Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ikut berduka atas tewasnya tentara AS.

“Hari ini kita berduka anggota militer Amerika yang heroik yang telah gugur dalam tugas dan menyampaikan cinta serta dukungan kita kepada keluarga mereka,” kata presiden.

Trump menekankan, untuk mengenang mereka yang gugur, AS tetap melanjutkan misi seragan ke Iran.

“Dengan tekad yang kuat dan tak tergoyahkan untuk menghancurkan ancaman yang ditimbulkan rezim teroris ini,  terhadap rakyat Amerika dan memang itu adalah ancaman”, katanya.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS,  Jenderal Dan Caine, mengatakan AS menambah jumlah peralatan tempur dan pasukan di Timur Tengah di tengah eskalasi perang dengan Iran.

Menurut Caine, misi AS di Iran adalah untuk mencegah Iran memiliki kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya.

Menteri Perang (Pertahanan) AS, Pete Hegseth mengatakan misi tersebut bertujuan untuk mencegah Teheran memproduksi senjata nuklir, serta menghancurkan sebagian kemampuan militernya.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025