Tonton Youtube BP

Dua pencuri perhiasan Louvre senilai Rp.1,6 triliun ditangkap

Jeffry Wuisan
27 Oct 2025 20:01
3 minutes reading

PRIORITAS, 27/10/25 (Paris): Pihak berwenang Prancis telah menangkap dua orang tersangka pencuri perhiasan senilai US$102 juta (sekitar Rp.1,6 triliun) di museum Louvre. Salah satu tersangka ditangkap di bandara Prancis, Charles de Gaulle, saat ia hendak meninggalkan negara itu.

“Penyidik ​​dari unit polisi khusus telah melakukan penangkapan terkait dengan pencurian permata mahkota dari museum Louvre Paris”, kata jaksa Paris, Laure Beccuau, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari France24, hari Senin (27/10/25).

Penangkapan ini seminggu setelah pencurian di museum yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Media Prancis BFM TV dan surat kabar Le Parisien sebelumnya melaporkan dua tersangka, telah ditangkap dan ditahan.

Beccuau mengatakan unit polisi khusus yang menangkap para tersangka bertanggung jawab atas perampokan bersenjata dan pencurian karya seni.

Setelah informasi penangkapan bocor ke pers pada hari Minggu, Beccuau memperingatkan kebocoran tersebut dapat menghambat pekerjaan lebih dari 100 penyidik, ​​yang telah dimobilisasi untuk memulihkan perhiasan curian dan menangkap semua pelaku.

Dari daerah miskin

Menurut Le Parisien, yang pertama kali memberitakan berita tersebut, kedua tersangka berusia 30-an dan berasal dari daerah pinggiran ibu kota Seine-Saint-Denis.

Daerah itu mencakup beberapa daerah paling miskin di Prancis, dan dikenal polisi. Satu tersangka pencurian dilaporkan ditangkap di daeah itu.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, memuji para penyelidik yang telah bekerja tanpa lelah dan selalu mendapatkan kepercayaan penuh.

Pencuri hanya membutuhkan waktu kurang dari delapan menit untuk mencuri perhiasan senilai  €88 juta ($102 juta).

Penyidik ​​mengatakan para pencuri menaiki lift keranjang di bagian depan gedung museum pada pagi hari tanggal 19 Oktober 2025, mendobrak jendela dan memecahkan dua etalase sebelum melarikan diri dengan sepeda motor.

Alarm berbunyi, menarik perhatian petugas keamanan ke galeri, sementara pengunjung museum terpaksa mengungsi.

Para pencuri melarikan diri tak lama setelah pukul 9:30 pagi, membawa lari beberapa Permata Mahkota Prancis.

Delapan perhiasan

Detektif kejahatan seni, Arthur Brand, mengatakan ia menilai para tersangka itu bukan pertama kali melakukan pencurian.

Berbicara dari Amsterdam, Brand mengatakan polisi Prancis telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, dengan melacak dua pencuri hanya dalam satu minggu.

Menurut dia, permata-permata yang dicuri dari museum itu kemungkinan masih utuh dan masih berada di Prancis.

Para pencuri membawa lari total delapan perhiasan mahal dan langka, termasuk diadem safir, sebuah kalung, dan sebuah anting tunggal dari satu set yang terkait dengan ratu abad ke-19 Marie-Amélie dan Hortense.

Mereka juga mengambil kalung dan anting zamrud yang dikaitkan dengan Permaisuri Marie-Louise, istri kedua Napoleon Bonaparte, serta sebuah bros relikui.

Diadem berlian Permaisuri Eugénie dan bros pita korsase, adalah sebuah ansambel kekaisaran dengan keahlian langka, juga ikut dicuri.

Satu bagian – mahkota kekaisaran Eugénie yang bertahtakan zamrud dengan lebih dari 1.300 berlian – kemudian ditemukan di luar museum, dalam keadaan rusak tetapi dapat diperbaiki.

Museum Louvre dibuka kembali untuk menampung banyak pengunjung pada hari Rabu, meskipun permata-permatanya masih hilang.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x