Dua kereta cepat Spanyol tergelincir dan saling tabrakan, 21 orang tewas dan 73 lainya luka-luka

Jeffry Wuisan
Senin, 19 Januari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 19/1/26 (Adamuz): Sebanyak 21 orang tewas dan 73 lainnya luka serius setelah dua kereta api berkecepatan tinggi tergelincir dan saling tabrakan di kota Adamuz, propinsi Cordoba, Spanyol, Senin pagi (19/1/2026).

“Sedikitnya 21 orang tewas dan 73 orang terluka. Kami memperkirakan malam yang sangat sulit,” kata Menteri Kepresidenan, Kesehatan, dan Keadaan Darurat Pemerintah Daerah Andalusia, Antonio Sanz Cabello.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Spanyol, RTVE, Menteri Cabello juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya tambahan korban jiwa lain dalam kecelakaan kereta Adamuz itu.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.40 watu setempat, ketika sebuah kereta Iryo dengan 317 orang berangkat dari Málaga ke Madrid, tergelincir di tiga gerbong terakhirnya.

Gerbong kererta Iryo itu terlempar melintasi rel lain yang berdekatan.  Pada saat itu dari arah berlawanan datang kereta cepat lain, Renfe (Alfia), menuju Huelva dengan membawa sekitar 100 penumpang.

Tabrakan tak terelakkan. Benturan hebat menyebabkan kereta cepat Renfe ikut tergelincir. Sejumlah gerbong terlempar ke jurang tanggul sedalam 4 meter.

“Benturannya sangat mengerikan, menyebabkan dua gerbong pertama kereta Renfe terlempar keluar dari rel”, kata Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente.

Otoritas kereta api Spanyol,  ADIF, mengatakan masinis kereta Renfe tewas di tempat dalam tabrakan itu.

Penumpang yang selamat berusaha keluar dari dalam gerbong kereta yang terbalik di Adamuz, Spanyol. Tampak deretan kursi berada terbalik di kanan.(@ionadementi)

 

Bergetar hebat

Menurut para saksi, sejumlah gerbong belakang kereta cepat Iryo lebih dulu tergelincir dan terguling di jalur sebelahnya.

Belum diketahui apa penyebab terjadinya kecelakaan tragis ini.

Namun para penumpang kereta Iryo yang selamat mengaku kereta yang mereka tumpangi,  tampak berguncang dan bergetar hebat sesaat sebelum kecelakaan itu.

Jurnalis RNE, Salvador Jiménez, yang sedang bepergian dengan kereta api dari Malaga, mengatakan di saluran berita 24 jam, dua gerbong terakhir telah tergelincir dan salah satunya telah terbalik sepenuhnya dengan banyak jendelanya pecah.

“Kami berangkat dari Malaga tepat waktu pukul 18.40 menuju Madrid. Saya berada di gerbong pertama. Ada saat ketika terdengar seperti gempa bumi, dan memang benar, kereta itu tergelincir. Mereka segera memanggil petugas medis yang dapat membantu, mereka menggunakan palu untuk memecahkan jendela, dan pada akhirnya, mereka mengevakuasi kami,” jelas Jiménez.

Dua gerbong terakhir kereta Iryo, mengalami kerusakan sangat parah, terutama gerbong di ujung kereta yang terbalik di rel.

Menteri Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan, Óscar Puente, telah mengkonfirmasi dua gerbong pertama kereta Renfe ikut terlempar keluar rel, akibat benturan dengan gerbong kereta Iryo.

Ia mengakui informasi yang datang dari lokasi kejadian sangat serius dan jumlah korban jiwa belum dapat dipastikan.

“Yang terpenting sekarang adalah membantu para korban,” tegas Puente, yang telah pergi ke stasiun Atocha untuk memantau situasi dari pusat darurat Renfe.

Sejumlah gerbong kereta cepat yang bertabrakan di Adamuz, Spanyol, terjatuh di bawah tebing (@gokeefe1971)

 

Terjebak dalam gerbong

Menteri Antonio Sanz Cabello mengungkapkan, sejumlah korban yang belum diketahui jumlahnya terjebak di dalam tiga gerbong yang jatuh ke jurang sedalam empat meter.

“Angka-angka ini bisa meningkat. Kita tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa situasinya bisa menjadi lebih rumit, dengan jumlah kematian yang lebih tinggi dan sejumlah besar luka serius,” katanya.

Ia menjelaskan daerah tersebut menghadirkan “tantangan luar biasa” untuk penyelamatan mereka yang terjebak.

Layanan darurat Spanyol segera merespon dan berada di lokasi kejadian dengan lima unit ICU bergerak, sebuah kendaraan pendukung logistik, dan empat unit perawatan kritis darurat (ECU).

Sebuah rumah sakit lapangan juga telah didirikan di lokasi kejadian, di stasiun Adamuz.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, membatalkan jadwal resminya untuk hari Senin. Ia mengaku memantau dengan cermat keadaan darurat tersebut.

Ia menegaskan pemerintah pusat bekerja sama dengan semua otoritas terkait dan layanan darurat untuk membantu para penumpang.

Presiden Pemerintah Daerah Andalusia, Juanma Moreno, juga mengunjungi Adamuz untuk menilai situasi secara langsung dan telah mengaktifkan Fase 1 dari Rencana Darurat Perlindungan Sipil Teritorial untuk provinsi Córdoba.

Kecelakaan tersebut telah memaksa penangguhan seluruh layanan kereta api berkecepatan tinggi antara Madrid dan Andalusia. Semua kereta yang sedang transit telah dialihkan kembali ke titik asal mereka. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025