DPRD DKI dorong UMKM takjil naik kelas lewat digitalisasi

Khalied Malvino
Minggu, 22 Februari 2026
EKBIS UMKM 0 302
2 menit membaca

PRIROITAS, 22/2/26 (Jakarta): Bazar takjil selama bulan suci Ramadan memiliki potensi besar menjadi destinasi ikonik yang dinanti masyarakat di Jakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM untuk mengemas kegiatan ini secara lebih terstruktur dan memiliki konsep matang.

Langkah tersebut bertujuan memperkuat ciri khas ekonomi kerakyatan sekaligus mendongkrak promosi produk UMKM lokal secara luas.

Potensi ekonomi dari sektor kuliner musiman ini tidak dapat dipandang sebelah mata bagi perkembangan usaha mikro kecil dan menengah.

Penataan lokasi berjualan serta peningkatan kualitas produk menjadi kunci utama pemberian nilai tambah bagi pelaku usaha maupun pengunjung.

Dukungan fasilitas memadai diharapkan mampu membawa peluang keberlanjutan bagi UMKM sehingga keuntungan tidak hanya didapat dalam jangka pendek.

Penerapan digitalisasi juga menjadi poin strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan mempermudah sistem transaksi bagi konsumen.

Selain mendorong perputaran ekonomi, bazar yang tertata rapi akan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota dengan ekonomi kerakyatan dinamis.

Upaya penguatan konsep ini diyakini mampu meningkatkan daya saing UMKM Ibu Kota bahkan setelah momentum Ramadan berakhir.

Pernyataan mengenai pentingnya membangun karakter ekonomi yang kuat di tengah masyarakat disampaikan langsung oleh legislator Kebon Sirih tersebut dalam rilis resminya.

“Ini penting, agar Ramadan di Jakarta punya ciri khas ekonomi kerakyatan yang kuat sekaligus efektif mendorong promosi UMKM lokal,” tegas Al Fatih dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/2/26).

Terkait upaya modernisasi sistem perdagangan bagi para pelaku usaha kecil, ia memaparkan sejumlah keuntungan nyata dari penggunaan teknologi digital saat ini.

“Dengan digitalisasi, jangkauan pasar lebih luas, transaksi lebih praktis, pencatatan usaha lebih rapi, UMKM bisa lebih berdaya saing, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya,” beber Al Fatih menjelaskan urgensi inovasi tersebut. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025