Doa dan prosesi adat Mamansunge iringi kepulangan Dankodaeral VIII dari Talaud

Deky Geruh
Rabu, 28 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/1/26 (Melonguane, Talaud) : Doa dan prosesi adat Mamansunge (mendinginkan) menandai akhir kunjungan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII Manado, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, dalam meneduhkan ketegangan di Kabupaten Kepulauan Talaud.


Dipimpin kepala adat sebagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk memberikan kesejukan, kedamaian dan rasa kebersamaan.

Dalam suasana khidmat, doa tersebut juga dipanjatkan agar seluruh proses hukum berjalan adil serta memohon perlindungan bagi Dankodaeral VIII bersama rombongan agar kembali ke Manado ditibakan dengan selamat.

Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Welly Titah, memfasilitasi pertemuan penting itu antara Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, dengan semua elemen masyarakat, untuk menyelesaikan ketegangan pasca insiden di pelabuhan Melonguane yang melibatkan oknum anggota Lanal Melonguane pada Kamis, 22 Januari 2026 malam lalu.


Dialog terbuka dalam suasana kekeluargaan dilaksanakan di ruang kerja bupati Kabupaten pada Selasa (27/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Welly Titah menegaskan, tindakan yang melukai rasa keadilan tidak dapat dibenarkan, namun juga mengajak semua pihak tetap bijaksana menjaga stabilitas keamanan, dengan mengedepankan budaya dan adat Talaud demi mengembalikan rasa kekeluargaan di tanah Porodisa.

Merespon hal tersebut, Laksda TNI Dery Triesananto Suhardi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kekhilafan anggotannya yang telah melukai warga dan memastikan proses hukum dilakukan secara transparan tanpa dikurangi sedikit pun. “Oknum terkait segera dibawa ke Markas Komando di Manado untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, jajaran Forkopimda, para perwira Dankodaeral VIII Manado, para Asisten Sekda, sejumlah Kepala SKPD, Staf Khusus Bupati , Camat Melonguane serta para tokoh adat, agama, pemuda, organisasi masyarakat, perwakilan keluarga korban dan awak media.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Aliansi Masyarakat Melonguane menyampaikan apresiasi atas respons cepat pimpinan TNI-AL, dalam menanggapi permasalahan tersebut.

Namun mereka menegaskan agar ketujuh korban penganiayaan termasuk satu orang yang telah dirujuk ke RSUP Prof. Kandou Manado, mendapatkan perhatian dan bantuan menyeluruh dari pihak TNI-AL, serta menuntut hukuman seadil-adilnya bagi para lima oknum pelaku. (P/Nelson Sangadi)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan