Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menilai, tim nasional negaranya dirugikan oleh kartu merah yang diterima striker Folarin Balogun saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia.(Courtesy Kompas.com/AFP/Pool/Brendan S)PRIORITAS, 4/7/26 (Washington DC): Striker Timnas AS, Folarin Balogun, kena kartu merah. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, lalu menilai tim nasional negaranya dirugikan oleh kartu merah yang diterima striker Folarin Balogun tersebut saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia pada Kamis (2/7/26) pada pukul 07.00 WIB lalu.
Karena itu, Rubio juga meminta adanya mekanisme banding terhadap keputusan tersebut, meski mengakui sudah terlambat untuk dilakukan, menurut laporan AFP.
Ia menyampaikan komentarnya sehari setelah Balogun diganjar kartu merah dalam kemenangan AS 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina. Akibat kartu merah tersebut, Balogun dipastikan absen pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia.
“Itu pertandingan yang hebat. Mereka dirugikan oleh kartu merah itu,” kata Rubio kepada wartawan saat muncul singkat di ruang konferensi pers Gedung Putih ketika ditanya mengenai penampilan tim tuan rumah bersama di Piala Dunia.
Seharusnya tersedia mekanisme banding
Kemudian, Rubio menambahkan, seharusnya tersedia mekanisme banding untuk keputusan semacam itu.
“Seharusnya ada proses banding untuk itu. Mungkin sekarang sudah terlambat, bukan?” ujar Rubio.
Kendati sempat menyinggung Piala Dunia, Rubio menolak menjawab pertanyaan wartawan mengenai Lebanon dan Iran.
Respons FIFA
Berdasarkan peraturan FIFA, pemain yang menerima kartu merah otomatis menjalani hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya. Seorang juru bicara FIFA sebelumnya juga menegaskan bahwa hukuman terhadap Balogun tidak dapat diajukan banding. Balogun mendapat kartu merah pada menit ke-64 laga melawan Bosnia dan Herzegovina setelah wasit meninjau tayangan VAR. Ia dinilai menginjak bagian belakang kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic. (P-*/se)