Jeffrey Rawis (memberikan sambutan) dan Fabian Sarundajang menyulut kembali semangat peristiwa perjuangan Merah Putih 1946, melanjutkan nilai heroik Bangsa melalui gerakan pemuda masa kini: Garda Merah Putih. (dok. GPPMP)PRIORITAS, 9/11/2025 (Jakarta): Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan zaman, semangat kebangsaan seolah diuji ketahanannya. Namun, dari denyut pergerakan pemuda Indonesia, masih ada bara yang menyala terang — Garda Merah Putih, atau Gerakan Angkatan Muda Merah Putih, organisasi yang lahir dari rahim perjuangan dan diwarisi langsung dari semangat heroik Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Sulawesi Utara.
Didirikan pada 21 Desember 2019 oleh Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP) di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP GPPMP Jeffrey Rawis, Gerakan Angkatan Muda Merah Putih (Garda Merah Putih) menjadi wadah bagi generasi penerus bangsa yang ingin menghidupkan kembali jiwa, semangat, dan nilai (JSN) perjuangan 1946.
Sebagai organisasi in body GPPMP, Garda Merah Putih memegang visi yang sama: menjaga, melanjutkan, dan mengamalkan nilai-nilai patriotisme serta solidaritas kebangsaan dalam bentuk kerja nyata.
“Kami tidak ingin semangat 14 Februari 1946 hanya jadi catatan sejarah. Garda Merah Putih adalah perwujudan nyata jiwa perjuangan itu di era modern. Pemuda harus bangkit, berdaya, dan berkarya untuk bangsa,” tegas Jeffrey Rawis.
Motor perubahan
Kini, kepemimpinan nasional Garda Merah Putih dipegang oleh Bung Fabian Sarundajang (FRS) sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas). Di bawah kepemimpinannya, Garda Merah Putih bergerak dinamis — membina kader muda di berbagai daerah untuk menjadi motor perubahan sosial dan ekonomi berbasis semangat nasionalisme.
“Kami ingin membangun karakter pemuda yang tangguh dan berintegritas. Merah Putih bukan sekadar warna bendera, tetapi semangat hidup untuk menjaga persatuan dan martabat bangsa,” ujar Fabian Sarundajang.
Menurut putera mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang ini, Garda Merah Putih hadir bukan hanya untuk mengenang perjuangan para pahlawan, melainkan meneruskan nilai-nilai luhur mereka melalui kerja, pengabdian, dan solidaritas lintas generasi.
Melalui semboyan “Merah Putih, Tetap Jaya!”, Garda Merah Putih menyerukan semangat pergerakan yang inklusif, kolaboratif, dan solutif. Mereka ingin memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan 1946 tidak padam di tengah tantangan zaman, tetapi justru menjadi suluh bagi perjalanan bangsa menuju masa depan yang berdaulat dan berkeadilan.
“Selagi Merah Putih berkibar di dada pemuda Indonesia, bangsa ini tidak akan kehilangan arah. Karena di sanalah api perjuangan sejati tak pernah padam,” tutup Jeffrey Rawis. (P-bwl)
No Comments