Di mata dunia, IKN bukan sekadar ibu kota baru, tapi model kota berkelanjutan

Johanes Christiaan
Sabtu, 10 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/1/2026 (Nusantara): Di tengah hutan Kalimantan Timur, sebuah kota baru tengah bertumbuh dengan membawa mimpi besar Indonesia. Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar proyek pemindahan pusat pemerintahan, melainkan cerminan ambisi global tentang bagaimana kota masa depan seharusnya dibangun—inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.

Pandangan itu mengemuka dalam kunjungan akademik School of Public Policy, University of Maryland, Amerika Serikat, ke IKN pekan ini. Rombongan akademisi dari salah satu pusat riset kebijakan publik terkemuka dunia tersebut menilai Nusantara sebagai “laboratorium hidup” bagi praktik urbanisasi modern.

Dalam forum diskusi strategis di Kantor Otorita IKN, gagasan tentang tata kelola kota, kebijakan publik, dan integrasi prinsip keberlanjutan menjadi topik utama. Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi IKN sebagai proyek yang mendapat perhatian serius komunitas internasional.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan visi besar pembangunan Nusantara, mulai dari latar belakang pemindahan ibu kota hingga penyediaan infrastruktur dasar. Menurut Basuki, pembangunan IKN secara konsisten berpijak pada tiga pilar utama keberlanjutan: lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memindahkan ibu kota ke Nusantara sudah sangat jelas. Dukungan publik juga tinggi. Saat libur Natal dan Tahun Baru lalu, lebih dari 300 ribu orang berkunjung ke IKN,” ujar Basuki dalam keterangannya diterima Sabtu (10/1/2026).

Sorotan utama datang dari Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D., akademisi University of Maryland, yang menilai IKN sebagai proyek ambisius yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“IKN adalah proyek yang sangat ambisius, dan ambisi seperti ini justru dibutuhkan dunia untuk menciptakan masa depan yang hijau. Saya berharap IKN bisa terus menjadi percontohan global,” kata Prof. Thomas, usai menanam pohon di kawasan IKN.

Tingginya atensi dari kalangan akademisi internasional menegaskan peran IKN bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga sebagai referensi dunia dalam merancang kota berkelanjutan. Pertukaran gagasan lintas negara ini diharapkan menjadi katalis penguatan jejaring kerja sama global di bidang perencanaan kota dan kebijakan publik.

Dengan langkah yang terus dipacu, Ibu Kota Nusantara perlahan menegaskan dirinya bukan sekadar kota baru, melainkan simbol keberanian Indonesia menawarkan model pembangunan hijau bagi masa depan dunia. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025