Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar (tengah). (dok. SPS Aceh)PRIORITAS, 22/10/2025 (Banda Aceh): Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, menyerukan pentingnya sinergi antara insan pers dan masyarakat dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Selasa (21/10/2025).
“Ketika pers maju — profesional, sehat, dan berintegritas — maka masyarakat akan semakin cerdas, terinspirasi, dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. Dari sinilah sumber daya manusia Indonesia akan melaju,” ujar Wali Nanggroe.
Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas informasi dan kecerdasan publik.
Tema besar HUT ke-79 SPS, “Pers Maju, Sumber Daya Indonesia Melaju,” menurutnya, merefleksikan semangat kolaborasi antara dunia media dan pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing.
Menurut Wali Nanggroe, Aceh memiliki potensi besar — dari sumber daya alam, energi, hingga kekayaan budaya dan sumber daya manusia yang unggul. Namun, potensi itu memerlukan dukungan peran aktif media dalam menyebarkan informasi yang mencerahkan dan menginspirasi masyarakat.
“Media harus menjadi motor penggerak perubahan sosial. Dengan informasi yang jujur dan berimbang, pers dapat mendorong kemakmuran serta memperkuat perdamaian di Aceh,” katanya.
Wali Nanggroe juga mengajak SPS, khususnya SPS Aceh, untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan sektor ekonomi kreatif dalam menciptakan iklim pers yang sehat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong investasi, memperkuat literasi publik, dan mengangkat citra Aceh sebagai daerah yang damai, modern, serta terbuka terhadap kemajuan.
Menyoroti tantangan era digital, Tgk. Malik Mahmud mengingatkan agar insan pers tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus teknologi informasi.
“Meski teknologi telah mengubah cara membaca berita dan membentuk opini publik, nilai-nilai dasar jurnalisme seperti kejujuran, keberimbangan, dan tanggung jawab harus tetap dijaga,” tegasnya.
Ia menilai, di tengah maraknya disinformasi dan berita palsu, peran SPS semakin penting sebagai penjaga standar profesionalisme dan etika jurnalistik di Indonesia.
“Pers harus menjadi pilar moral bangsa, bukan sekadar pelaku industri informasi,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Nanggroe menyebut peringatan HUT ke-79 SPS sebagai momentum kebangkitan baru bagi dunia pers nasional. “Dari Aceh,” ujarnya, “semoga semangat ‘Pers Maju, Sumber Daya Indonesia Melaju’ menggema ke seluruh Nusantara, membawa harapan bagi kemajuan bangsa.” (P-bwl)
No Comments