Dampak perang global: Harga BBM dan LPG nonsubsidi naik, masyarakat diminta bersiap

Zamir Ambia
Selasa, 21 April 2026
EKBIS NEWS 0 207
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/4/26 (Jakarta): Kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi dipandang sebagai konsekuensi yang sulit dihindari akibat dinamika global, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia. Situasi ini menjadikan penyesuaian tarif energi sebagai hal wajar yang perlu disiapkan oleh masyarakat.


Pengamat ekonomi energi dari Indef, Abra Talattov, menyebut fluktuasi harga energi global sebagai faktor utama yang memicu perubahan harga di dalam negeri.

“Iya, melihat perkembangan harga minyak mentah dunia, tentu kan komoditas energi ini khususnya BBM maupun LPG tidak bisa dihindari untuk mengalami koreksi harga, khususnya untuk produk BBM dan LPG nonsubsidi,” ujarnya, Selasa (21/4/26).

Menurut Abra Talattov, penyesuaian harga oleh Pertamina merupakan langkah yang masuk akal dalam kerangka bisnis energi. Ia juga menilai kalangan masyarakat, khususnya kelas menengah ke atas, umumnya telah memahami situasi tersebut.


“Memang selama ini masyarakat sebetulnya sudah memahami situasi terkini, sehingga ketika terjadi koreksi harga tentu bagi masyarakat khususnya menengah ke atas sudah lebih siap mental ketika terjadi koreksi harga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abra Talattov menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax ditentukan oleh mekanisme pasar tanpa campur tangan subsidi pemerintah. Akibatnya, harganya cenderung berfluktuasi mengikuti pergerakan harga minyak mentah dan nilai tukar.

“Ya, lagi-lagi memang untuk BBM nonsubsidi ya baik itu Pertamax 92, kemudian Pertamax Green, memang secara bisnis ya semestinya harganya itu mengikuti harga keekonomian. Karena kedua jenis BBM ini kan tidak disubsidi oleh pemerintah,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam praktiknya badan usaha memiliki kewenangan untuk menetapkan harga berdasarkan perhitungan keekonomian, termasuk biaya produksi, distribusi, serta margin usaha yang wajar.

“Artinya sebetulnya bagi badan usaha, baik itu Pertamina maupun swasta, sah-sah saja melakukan penyesuaian harga berdasarkan harga keekonomian tadi ditambah dengan margin,” ujarnya.

Meski demikian, Abra Talattov menilai pemerintah tetap berperan penting dalam menjaga kestabilan pasar energi dalam negeri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah berkoordinasi dengan badan usaha guna menahan laju kenaikan harga.

“Nah tetapi kan kita paham bahwa tentu pemerintah di situ juga mencoba menahan harga BBM nonsubsidi ini melalui badan usaha, semata-mata agar juga tidak terjadi tekanan daya beli terhadap masyarakat khususnya kelas menengah, dan yang kedua juga mengurangi adanya risiko migrasi tadi dari konsumen BBM nonsubsidi ke BBM subsidi yaitu Pertalite. Nah memang saya melihat ada pertimbangan seperti itu,” tuturnya, demikian informasi yang diterima dari Beritasatu. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan