Pemimpin Tibet, Dalai Lama, mengaku tidak pernah bertemu atau terlibat dengan penjahat seksual Jeffrey Epstein.(@dalai lama official)PRIORITAS, 8/2/26 (Dharamsala): Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, secara tegas membantah pernah terlibat atau ada keterkaitan dengan terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Dalam klarifikasi yang diterbitkan Official Dalai Lama di akun media sosial X seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (8/2/2026), Dalai Lama disebutkan tidak pernah sekalipun berhubungan dengan Epstein.
Klarifikasi ini muncul setelah beberapa media, mengutip dokumen dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ), yang melaporkan nama Dalai Lama muncul sebanyak 169 kali dalam berkas Epstein.
Menurut beberapa laporan, nama pemimpin Buddha tersebut diduga muncul dalam beberapa e-mail pribadi dan dalam indeks sebuah buku berjudul ‘Massage for Dummies’.
Hal tersebut disertakan sebagai dokumen hasil pindai dalam berkas, yang dirilis sebelumnya sebagai bagian dari catatan kasus Epstein.
Setelah klaim-klaim ini beredar, kantor Dalai Lama mengeluarkan pernyataan yang secara tegas menolak dugaan adanya hubungan dengan Epstein.
“Beberapa laporan media dan unggahan media sosial baru-baru ini mengenai ‘berkas Epstein’ berupaya menghubungkan Yang Mulia Dalai Lama dengan Jeffrey Epstein,” bunyi pernyataan pers Dalai Lama official bertanggal 8 Februari 2026.
“Kami dapat dengan tegas mengkonfirmasi bahwa Yang Mulia tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein atau mengizinkan pertemuan atau interaksi apa pun dengannya oleh siapa pun atas nama Yang Mulia,” tambah pernyataan itu.
Dalai Lama (90 tahun), peraih Nobel Perdamaian, saat ini berada di pengasingan di kota Dharamsala, India Utara.
Ia melarikan diri dari Tibet pada saat usianya 23 tahun, setelah China memberantas pemberontakan tahun 1959. China menganeksasi Tibet tahun 1951.

Pernyataan Pers dari kantor Dalai Lama yang membantah keterlibatan pemimpin Tibet, Dalai Lama, dengan penjahat seksual, Jeffrey Epstein.(dalai lama official)
Sebuah acara
Media NDTV melaporkan, beberapa laporan menyebutkan e-mail tertanggal Oktober 2012 diduga berisi referensi yang mengisyaratkan pertemuan antara pemimpin spiritual Tibet dan Epstein.
Selain itu, isinya mengindikasikan Dalai Lama diharapkan hadir dalam sebuah acara bersamanya.
Media Eropa, Nexta TV, mengklaim individu yang digambarkan dalam berkas Epstein itu sebagai pengikut Dalai Lama, yang diduga telah bertemu Epstein, sehingga semakin memicu spekulasi tentang kemungkinan hubungan tidak langsung.
Isu ini juga menarik perhatian tahun lalu, setelah jurnalis Michael Wolff membuat klaim saat tampil di podcast ‘Daily Beast’.
Wolff berbicara tentang pertemuan-pertemuan, yang digambarkan sebagai “salon”, yang dilaporkan diadakan di kediaman Epstein di Manhattan dan dihadiri beberapa tokoh terkemuka.
Saat menyebutkan para hadirin, Wolff memasukkan nama Dalai Lama dan berspekulasi kehadiran pemimpin spiritual tersebut, jika ada, mungkin terkait dengan penggalangan dana atau kegiatan filantropi.
Beberapa individu diketahui mendekati Epstein untuk meminta sumbangan finansial.
Jurnalis independen, Jacob Silverman, kemudian menyinggung klaim Wolff dalam sebuah artikel berjudul “Mengapa Dalai Lama Berada di Rumah Jeffrey Epstein?”
Dalam laporannya, Silverman menyebutkan kantor Dalai Lama tidak menanggapi pertanyaan pada saat itu, mengenai apakah organisasi tersebut telah menerima sumbangan dari Epstein atau memiliki bentuk hubungan apa pun dengannya.
Tiga juta file
Kontroversi ini kembali mencuat setelah Departemen Kehakiman AS, baru-baru ini merilis sejumlah besar catatan yang terkait dengan Epstein.
Rilis tersebut dilaporkan mencakup lebih dari tiga juta file, lebih dari 2.000 video, dan sekitar 180.000 foto terkait dengan aktivitas Epstein, yang dikenal sebagai tokoh keuangan saat itu.
Menurut laporan, dokumen yang baru dirilis tersebut berisi referensi kepada beberapa tokoh berpengaruh dari berbagai sektor, termasuk pemimpin politik, tokoh bisnis, dan individu yang dikenal secara global.
Nama-nama yang disebutkan dalam berbagai laporan termasuk presiden AS saat ini Donald Trump dan mantan presiden AS, Bill Clinton, serta para pemimpin bisnis termasuk Bill Gates dan Elon Musk, dan lain-lain.
Musk sendiri sudah membantah pernah bertemu atau terlibat dengan Epstein.
Jeffrey Epstein ditemukan tewas di dalam selnya di penjara Metropolitan Correctional Center (MCC) Manhattan, pada 10 Agustus 2019. Penyebab kematian resmi ditetapkan bunuh diri dengan cara gantung diri. (P-Jeffry W)