Dakota Johnson gagal ‘casting’ justru karena bersikap sopan dengan menyalami semua orang di lokasi audisi. (Source: Fifty Shades of Grey)PRIORITAS, 3/4/26 (Los Angeles, AS): Aktris Hollywood Dakota Johnson, menceritakan pengalaman uniknya saat mengikuti audisi untuk proyek sebuah film. “Saya masuk ke ruangan, berjabat tangan dengan semua orang, dan memperkenalkan diri,” ujarnya, seperti dilansir Wolipop dari Female First dan dikutip Beritaprioritas.com Jumat 3/4/26).
Sikap sopan tersebut ternyata jadi ‘bumerang’ bagi aktris berusia 36 tahun dan pernah beradegan telanjang dalam film “Fifty Shades of Grey” itu. Ia gagal mendapatkan peran justru karena dianggap “terlalu sopan”.
Dalam wawancara bersama Hits Radio, Dakota menceritakan pengalaman tersebut. Pada kesempatan audisi tersebut, mantan tunangan Chris Martin itu ia lalu memainkan adegannya dan keluar ruangan.
Namun, respons yang ia terima setelah audisi sungguh di luar dugaan. “Karena saya memperkenalkan diri dan berjabat tangan, saya dianggap sombong, seperti ingin mencari perhatian, dan terlalu percaya diri,” cerita Dakota.
“Saya sampai berpikir, ‘Apa?’ Saya tidak mendapatkan peran itu karena mereka (justru) menganggap saya arogan.”
Dakota pun menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang aneh dan membingungkan. “Saya kan punya sopan santun,” ungkapnya.
Dari pengalaman tersebut, Dakota Johnson yang memiliki rumah super mewah di Kawasan elit Hollywood, Los Angeles, California, AS, itu, kini lebih selektif dalam memilih proyek.
Ia mengaku tak lagi ingin menghabiskan waktu di lingkungan kerja yang toxic, dan kini menikmati perannya sebagai produser karena bisa menciptakan suasana kerja yang lebih sehat.
“Saya tidak mau lagi membuang waktu di lokasi syuting yang toxic, atau situasi yang tidak menyenangkan dan tidak sehat,” ungkapnya.
“Salah satu keuntungan menjadi produser adalah saya bisa mengumpulkan orang-orang hebat dan menciptakan sesuatu bersama,” tambahnya.
Meski tidak merinci pengalaman buruknya di masa lalu, Dakota menegaskan bahwa dia kini menghindari bekerja dengan orang-orang yang tidak suportif.
“Saya tidak ingin bekerja dengan orang yang kasar, merendahkan, atau tidak baik,” ujarnya. (P-*/rwt)