CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?PRIORITAS, 5/7/26 (Tangerang): Kebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari keenam. Api belum padam sepenuhnya. BNPB menyiapkan langkah lanjutan.
Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan operasi modifikasi cuaca menjadi opsi utama mempercepat pemadaman.
Ia menyampaikan rencana ini saat meninjau langsung lokasi di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
BNPB tetap menjalankan water bombing. Dua helikopter dikerahkan menyiram titik api dari udara. Petugas darat terus berjibaku memadamkan sisa api.
Namun, BNPB menilai metode ini belum cukup menjangkau bara di lapisan dalam timbunan sampah.
Ia menjelaskan pelaksanaan hujan buatan bergantung pada kondisi atmosfer. Awan potensial menjadi syarat utama operasi.
“Untuk modifikasi cuaca kan kita harus menunggu awan yang mengandung air. Informasi dari BMKG dalam waktu dekat sekitar 6-7 hari nanti akan ada awan. Kita akan langsung mengadakan modifikasi cuaca,” kata Suharyanto, dikutip Minggu
BNPB memproyeksikan hujan buatan memberi dampak lebih besar dibanding water bombing.
Volume air dinilai lebih banyak dan mampu menjangkau area lebih luas, termasuk titik api tersembunyi.
“Airnya tentu akan lebih besar, lebih banyak daripada menggunakan water bombing yang sekarang baru kita laksanakan,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan asap masih muncul dari sejumlah titik. Api bertahan di bagian dalam tumpukan sampah.
Upaya pemadaman berlangsung tanpa henti. Koordinasi lintas lembaga terus diperkuat.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, turut meninjau lokasi pada hari yang sama. Ia melihat langsung proses penanganan kebakaran.
Langkah modifikasi cuaca diharapkan menjadi penentu akhir pemadaman. BNPB menunggu momen kemunculan awan potensial untuk segera mengeksekusi operasi. (P-Khalied M)