BI: Tahun 2025 modal asing yang kabur mencapai Rp212,32 triliun

Armin Mandika
Senin, 5 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/1/256 (Jakarta): Aliran keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia sebagaimana catatan Bank Indonesia (BI) mencapai Rp125,1 triliun sepanjang 2025. Angka ini membalikkan tren masuknya modal asing senilai Rp212,32 triliun pada tahun sebelumnya.


Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, investor non-residen melakukan penjualan bersih Rp17 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI).

Namun demikian, mereka membeli bersih Rp2,01 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). “Selama 2025, berdasarkan data setelmen sampai 31 Desember 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp17 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp2,01 triliun di pasar SBN,” jelas Denny dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari SindoNews.com.

Kaburnya modal asing secara besar-besaran ini terutama terjadi melalui instrumen SRBI, mencerminkan pergeseran strategi investasi portofolio asing di tengah ketidakpastian global dan penguatan dolar AS. Sepanjang tahun, tekanan jual berkelanjutan tercatat di beberapa periode, termasuk Rp4,58 triliun pada pekan pertama November dan Rp3,79 triliun pada pekan kedua November 2025.


Posisi pasar keuangan 2025 berbanding terbalik dengan 2024, ketika Indonesia mencatat inflow modal asing hingga Rp212,32 triliun. Saat itu, investor asing membeli bersih Rp15,74 triliun di pasar saham, Rp34,59 triliun di SBN, serta Rp161,99 triliun di SRBI.

Terjadinya perubahan drastis ini dipicu dinamika global yang fluktuatif serta kebijakan moneter ketat di negara maju, yang memengaruhi alokasi aset investor global. Namun, tren mulai membaik di akhir tahun. Pada pekan terakhir 2025 (29-31 Desember), investor asing membeli bersih Rp2,43 triliun, terdiri dari Rp1,23 triliun di saham dan Rp1,66 triliun di SBN.

Adanya perbaikan ini juga terlihat dari penurunan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia bertenor 5 tahun dari 69,95 basis poin pada 26 Desember 2025 menjadi 67,78 basis poin per 1 Januari 2026, menandakan persepsi risiko investasi yang lebih baik. Respons BI BI menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi policy mix untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Kemudian kurs rupiah ditutup Rp16.670 per dolar AS pada 31 Desember 2025 dan dibuka Rp16.680 pada 2 Januari 2026. Sementara itu, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun relatif stabil di 6,04 persen.

Bahkan BI membuka ruang penurunan lebih lanjut suku bunga acuan seiring inflasi terkendali, sambil menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valuta asing dan perluasan likuiditas moneter. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen tahun depan, didukung fundamental kuat meski hadapi tantangan eksternal tinggi. (P-*r/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan