Jokowi dan Bestari. (Courtesy Detik.com/Dok/Ist)PRIORITAS, 4/7/26 (Jakarta): Menyikapi pernyataan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira yang menyebut partainya sudah melupakan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Ketua DPP PSI Bestari Barus angkat bicara. Dia menyinggung nama Jokowi yang terus diperbincangkan.
“Ya alhamdulillah, kalau orang sudah lupa itu udah nggak inget gitu loh, tapi kan masih terus ngomongin aja,” kata Bestari kepada wartawan, medio Juni lalu.
Lanjut Bestari mengatakan, PDIP belum melupakan sosok Jokowi. Ia mengungkit kemenangan Jokowi dalam Pemilu bukan lantaran PDIP, melainkan karena rakyat Indonesia.
“Belum melupakan gitu kan, belum move on-lah, belum move on, ya kan? Jadi ya kami cukup prihatin dengan rasa yang dialami oleh PDIP atas hengkangnya Pak Jokowi ke partai kami,” kata Bestari lagi, dikutip media.
“Kalau konstitusinya konstitusi PDIP memang tidak patut untuk diikuti oleh Presiden, apabila tidak berkesesuaian dengan yang menjadi tugas Pak Presiden sebagai abdi rakyat. Beliau bukan abdi partai apalagi sekedar petugas partai. Dan ingat, yang memenangkan, yang memenangkan Pak Jokowi itu bukan PDIP sendiri, tapi rakyat,” tambahnya.
Presiden abdi rakyat bukan partai
Bestari menambahkan, presiden itu abdi rakyat bukan partai. Karenanya, Bestari menyambut dengan bahagia Jokowi tak lagi bersama PDIP.
“Presiden abdi rakyat, ya masyarakat Indonesia sangat bersyukur dan kami berbahagia. Semakin cepat Pak Jokowi bersama kami, maka semakin cepat rakyat akan mendapatkan figur kesayangan mereka kembali, saya kira itu. Tanpa harus diintimidasi ataupun dikuyo-kuyo oleh partai-partai seperti itu gitu loh,” lanjutnya.
PDIP teringat lagi Jokowi
Sementara itu, Hugo mengatakan, internal PDIP sudah melupakan Jokowi. Namun, beredarnya isu ijazah palsu yang dituduhkan ke Jokowi membuat PDIP teringat lagi akan Presiden ke-7 RI tersebut
Hal itu disampaikan Hugo saat menanggapi pernyataan PSI terkait PDIP sakit hati mendalam usai ditinggal Jokowi.
“Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara ijazah palsu jadi muncul lagi orang ini. Algoritma ijazah mengingatkan nama ini,” tuturnya lagi.
Dilansir Detik.com, ia juga menambahkan, hal yang diingat dari Jokowi hanya seputar isu ijazah palsu. “Yang teringat malah ijazah palsu karena ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya,” demikian Andreas Hugo Pareira. (P-*/jr)