Atraksi budaya Sulawesi Utara akan warnai Paskah Nasional 2026

Wolter Rumapar
Sabtu, 28 Maret 2026
2 menit membaca

Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2026 Recky Langie (Kiri) saat berdialog di rri (Foto: Youtube rri Manado)

  
PRIORITAS, 27/3/26 (Manado): Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2026 Recky Langie menyebut konsep acara disusun melalui pertimbangan tradisi dan kebiasaan tiga etnis utama di daerah nyiur melambai ini.

Ketiga etnis Sulawesi Utara tersebut meliputi Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow yang memiliki kekhasan budaya masing-masing.

Paskah Nasional akan digelar pada 8 April yang berlokasi di Pohon Kasih, Megamas, Manado.

“Ada yang kita desain acara ini dengan pertimbangan atraksi-atraksi, itu ada tradisi, kebiasaan dulu dalam pendekatan tiga etnis. Jadi etnis Minasa, Sanger, maupun Bolmong,” ucap Recky Langie.

Dia mengatakan, panitia menyatakan seluruh seksi kegiatan Paskah Nasional 2026 telah mencapai kesiapan penuh menjelang pelaksanaan acara.

Panitia kini memfokuskan penyusunan materi kegiatan yang memadukan atraksi budaya dari beberapa etnis.

Menurut panitia, rancangan kegiatan akan menghadirkan berbagai atraksi budaya Sulawesi Utara yang selama ini hidup dalam masyarakat setempat.

Atraksi tersebut menjadi representasi kebiasaan masyarakat dalam menyambut dan merayakan momentum Paskah.

Dalam konsep kegiatan itu, unsur gereja dari setiap etnis turut dihadirkan sebagai bagian representasi budaya.

Gereja GMIM mewakili etnis Minahasa, GMIS mewakili etnis Sangihe, serta GMIBM mewakili etnis Bolaang Mongondow.

Libatkan etnis lain

“Jadi kita akan kemas satu acara yang mewakili dari tiga etnis ini, kebiasaan. Kira-kira dalam rangka Paskah atau dalam menyambut Paskah seperti apa yang sudah kebiasaan-kebiasaan yang terjadi,” sebutnya dikutip rri.co.Id.

Selain tiga etnis utama Sulawesi Utara tersebut, panitia juga merencanakan keterlibatan sejumlah etnis lain dari berbagai daerah. Keterlibatan itu dirancang untuk memperkuat pesan kebangsaan melalui satu rangkaian pagelaran budaya.

“Kita memberi judul ini ada satu pagelaran, pagelaran kebangsaan yang mewakili berbagai etnis, bahkan ada beberapa etnis nasional yang akan kami ramu bersama menjadi satu desain materi acara.” (P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025