PRIORITAS, 14/2/26 (London): Rodrigo yang biasa disebut Rodri, gelandang Manchester City resmi didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah komentarnya mengenai netralitas wasit seusai laga kontra Tottenham Hotspur memicu kontroversi.
Pemain berusia 29 tahun itu marah setelah pertandingan Liga Inggris pada 1 Februari 2026 berakhir imbang 2-2. Dalam wawancara pascapertandingan, Rodri menyinggung persepsi publik terhadap dominasi Man City. “Saya tahu kami terlalu banyak menang dan orang-orang mungkin tidak ingin kami terus menang, tetapi wasit harus netral,” ujar Rodri kepada media penyiaran Australia, Stan Sport.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. “Ini terasa tidak adil karena kami bekerja sangat keras. Ketika pertandingan selesai, tentu ada rasa frustrasi,” tambahnya dikutip Beritasatu. Namun, pada Jumat (13/2/26), FA menyatakan, komentar Rodri dianggap melanggar aturan perilaku pemain karena dinilai menyiratkan adanya keberpihakan wasit atau mempertanyakan integritas perangkat pertandingan.
Dalam pernyataan resminya, FA menyebutkan, “Gelandang tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas melalui komentar dalam wawancara media yang menyiratkan bias atau mempertanyakan integritas wasit, sehingga bertentangan dengan Aturan FA 3.1.”
Rodri diberi waktu hingga 18 Februari 2026 untuk memberikan tanggapan terhadap dakwaan tersebut. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi menerima sanksi, termasuk kemungkinan larangan bermain. Kasus serupa sebelumnya pernah dialami mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, yang dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim pada 2023 setelah mengkritik wasit Paul Tierney dengan komentar yang dianggap mempertanyakan profesionalisme ofisial pertandingan.
Igor terima tawaran Tottenham
Sementara itu, Tottenham Hotspur, dilaporkan segera menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/26. Sejumlah sumber Eropa, termasuk The Athletic dan Sky Sport Italia, menyebut mantan pelatih Juventus itu telah menerima tawaran dari klub London Utara tersebut.
Tudor saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Juventus pada Oktober lalu. Kontraknya dengan raksasa Serie A itu secara resmi diputus pada Januari. Kini, pelatih asal Kroasia tersebut disebut siap memulai babak baru kariernya di Inggris.
Penunjukan Tudor dilakukan dalam situasi mendesak. Tottenham membutuhkan stabilitas teknis menjelang fase krusial musim ini, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Opsi pelatih interim dipilih sebagai solusi jangka pendek hingga manajemen menentukan arah permanen untuk musim depan. Selama tujuh bulan menangani Juventus, Tudor mencatatkan 24 pertandingan di semua kompetisi seperti dikutip Inilah.com.
Dari jumlah tersebut, ia meraih 10 kemenangan, delapan hasil imbang, dan enam kekalahan. Meski tidak sepenuhnya konsisten, performa tersebut dinilai cukup memberi gambaran pendekatan taktisnya yang agresif dan berbasis intensitas tinggi.(P-wr)