Militer Israel berhasil tewaskan penembak jitu andalan militan Hamas

Jeffry Wuisan
Rabu, 11 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/2/26 (Gaza): Militer Israel berhasil menewaskan seorang penembak jitu (snipper) andalan militan Hamas, Ahmad Hasan, yang bersembunyi di sebuah gedung bertingkat di Jalur Gaza, hari Rabu (11/2/2026).

Menurut Israel Defence Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel dalam situs resminya, seperti dikutip Beritaprioritas.com, Ahmad Hasan, adalah kepala unit penembak jitu di Batalyon Beit Hanoun Hamas.

Ia bertanggung jawab memimpin beberapa serangan yang menewaskan sejumlah tentara Israel.

Selain itu Hasan juga ikut serta dalam berbagai rencana serangan teror terhadap tentara Israel di Gaza utara.

Baru-baru ini dia diidentifikasi sebagai pihak yang berupaya memajukan rencana serangan teror tambahan terhadap pasukan Israel, meskipun sedang dalam masa gencatan senjata.

Selama beberapa pekan unit khusus militer Israel melakukan pelacakan terhadap teroris tersebut.

Ia akhirnya terlacak sedang bersembunyi di sebuah gedung bertingkat di Jalur Gaza.

Militer Israel langsung melakukan serangan lewat udara dan menghancurkan ruangan tempat Hasan berada. Ia langsung tewas di tempat.

“Teroris tersebut dieliminasi sebagai tanggapan atas pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata”, demikian pernyataan IDF.

IDF menyebutkan operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas “pelanggaran terang-terangan” terhadap gencatan senjata.

Beberapa serangan

Media setempat I24News melaporkan, Hasan dinilai bertanggung jawab atas beberapa serangan tingkat tinggi pada tahun 2025, termasuk serangan pada 7 Juli yang menewaskan Sersan Kelas Satu (purnawirawan) Benyamin Asulin, Sersan Staf Noam Aharon Musgadian, Sersan Staf Meir Shimon Amar, Sersan Moshe Nissim Frech, dan Sersan Staf Moshe Shmuel Noll, serta menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka serius.

Awal tahun ini, Hasan terlibat dalam serangan pada tanggal 19 April dan 24 April, yang mengakibatkan kematian Perwira Ghaleb Sliman Nassar dan Sersan Mayor (purnawirawan) Asaf Cafri, serta beberapa prajurit lainnya mengalami luka parah.

Dalam pernyataan bersama, IDF dan Shin Bet mengatakan tewasnya Hasan menandai “penutupan lingkaran” penting terkait serangan-serangan tersebut.

Israel juga akan terus bertindak tegas terhadap setiap upaya organisasi teroris di Jalur Gaza untuk menargetkan pasukan Israel atau Negara Israel.

Operasi ini menyoroti upaya kontra-terorisme Israel yang berkelanjutan di Jalur Gaza.

Para pejabat terus memperingatkan,  militan Hamas masih mempertahankan rencana, senjata, dan militan terlatih meskipun ada perjanjian gencatan senjata.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025