Kemenkes dukung pengembangan layanan prioritas di RSBP Batam

Johanes Christiaan
Senin, 9 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/2026 (Batam): Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melaksanakan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 serta menjadi langkah memperkuat posisi RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Audiensi dipimpin oleh Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, didampingi Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Br. Bangun, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto, Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas, serta jajaran manajemen dan staf teknis.

Penguatan Transformasi


Informasi yang diperoleh ari BP Batam Senin (9/2/2026) disebutkan, dalam pertemuan tersebut Ariastuty menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan momentum strategis untuk mempercepat transformasi layanan di RSBP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.

Dalam kesempatan tersebut, BP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kemenkes, yaitu penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Transformasi ini sejalan dengan repositioning RSBP Batam yang kini tidak hanya berfungsi sebagai rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship.

RSBP Batam juga menyampaikan kesiapan menghadapi akreditasi Paripurna, yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana layanan unggulan, terutama di bidang kardiovaskular. Selain itu, manajemen turut memaparkan rencana pengembangan layanan lainnya, termasuk layanan hiperbarik yang akan diusulkan secara resmi sesuai ketentuan.

“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia,” ujar Ariastuty.

Sementara Wakil Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa. “Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” jelas Benyamin.

Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, ia menyatakan dukungan secara prinsip. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki RSBP Batam merupakan modal penting untuk pengembangan layanan tersebut.

“Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” tambahnya.

Benyamin juga menilai bahwa secara regional, Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah perkembangan rumah sakit yang pesat. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI dan menjadwalkan pertemuan berikutnya untuk mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan