Petugas gabungan membersihkan bantaran Sungai Ciliwung pascabanjir di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (8/2/26), sebagai bagian dari gerakan Jaga Jakarta Bersih. (Courtesy of Radarjakarta)PRIORITAS, 8/2/26 (Jakarta): Banjir yang surut di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, kembali meninggalkan pekerjaan lama: sampah dan lumpur yang menumpuk di bantaran Sungai Ciliwung.
Sebanyak 600 personel gabungan turun pada Minggu (8/2/26) untuk membersihkan kawasan tersebut, menyasar titik-titik pompa dan saluran air yang berulang kali terganggu setiap debit sungai meningkat di musim hujan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar menyebut keterlibatan ratusan personel lintas instansi diperlukan karena persoalan di lapangan tak pernah benar-benar selesai. Sampah plastik, kata dia, masih menjadi temuan dominan dan kerap memicu gangguan teknis saat banjir datang.
“Kurang lebih 600 personel kami turunkan hari ini, termasuk dari TNI dan Polri. Kerja bakti ini sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi di musim hujan seperti sekarang,” ujar Anwar di lokasi kegiatan, Minggu (8/2/26).
Ia menjelaskan, pompa air di kawasan Rawajati beberapa kali tidak berfungsi optimal akibat sampah yang menyumbat aliran. Kondisi itu memperlambat penyedotan air dan memperpanjang genangan saat Ciliwung meluap, sehingga pembersihan dinilai tak bisa ditunda.
Dukungan juga datang dari aparat kepolisian. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan menyatakan jajarannya terlibat penuh dalam gerebek sampah sebagai bagian dari agenda kebersihan lingkungan yang dijalankan bersama pemerintah daerah dan TNI.
“Kegiatan gerebek sampah ini merupakan wujud dukungan kami terhadap program pemerintah, khususnya di Jakarta Selatan,” kata Putu Yuni.
Komandan Kodim 0504 Jaksel Kolonel Inf Amaraldo Cornelius menambahkan, kerja bersama lintas sektor diperlukan untuk menekan risiko banjir yang berulang. Ia berharap kegiatan pembersihan tidak berhenti di sungai utama, tetapi juga memicu perubahan perilaku warga.
“Melalui kegiatan bersih-bersih ini, kami berharap lingkungan lebih terjaga dan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan,” ujar Amaraldo.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan memastikan gerebek sampah akan terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk di saluran air kawasan permukiman yang kerap menjadi sumber genangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan “Jaga Jakarta Bersih” dengan dukungan dua alat berat dan belasan truk pengangkut sampah milik Suku Dinas SDA. (P-Khalied M)