Belajar dari kota masa depan: IKN perkuat kerja sama riset Indonesia–Belanda

Johanes Christiaan
Jumat, 6 Februari 2026
IKN NEWS Riset 0 543
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/2/2026 (Nusantara): Ibu Kota Nusantara (IKN) tak lagi sekadar dibangun sebagai pusat pemerintahan, tetapi diproyeksikan menjadi laboratorium hidup peradaban masa depan—ruang bersama bagi riset, inovasi, dan pendidikan global tentang pembangunan kota berkelanjutan. Visi besar itu ditegaskan Otorita IKN melalui forum kolaboratif di Auditorium Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara, Kamis (5/2/2026), yang mempertemukan konsorsium Leiden–Delft–Erasmus Universities (LDE) Belanda dan Universitas Mulawarman dalam dialog lintas negara, lintas disiplin, dan lintas peradaban.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) tentang riset perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management. Yang paling penting, kata Myrna, kegiatan ini membuka peluang bagi generasi muda—baik mahasiswa maupun pegawai Otorita IKN—untuk terlibat langsung dalam riset lapangan di Nusantara.

“Otorita IKN memiliki kerja sama atau MoU bersama konsorsium LDE. Hari ini, sejumlah mahasiswa, terutama master students dari berbagai disiplin ilmu, ingin mengembangkan riset mengenai IKN. Kita juga sedang memikirkan bagaimana kegiatan bersama ini bisa diikuti para insan Otorita IKN di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, pegawai muda dari berbagai kedeputian mempresentasikan ide-ide mengenai perencanaan kota Nusantara di masa depan—mulai dari infrastruktur hijau, pengelolaan lanskap, hingga inovasi tata ruang berbasis keberlanjutan. Atmosfer dialog berlangsung dinamis, memperlihatkan semangat kolaboratif antar generasi.

Living laboratory berkelas dunia

Kesan kuat muncul dari para akademisi LDE. Prof.dr.ing. Steffen Nijhuis, Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology, menyebut Nusantara sebagai living laboratory yang memiliki nilai strategis bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga bagi pengembangan ilmu perkotaan global.

“Kami sangat senang berada di sini karena bisa melihat perkembangan kota ini secara langsung, termasuk berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Menurut saya, Nusantara itu seperti laboratorium hidup—tidak hanya untuk Indonesia, melainkan untuk seluruh dunia,” ungkap Steffen.

Pandangan serupa disampaikan Irawan Wijaya Kusuma, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Ia menilai forum ini sebagai ruang pertukaran pengetahuan yang memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan IKN.

“Setiap kali berdiskusi dengan Bu Myrna, selalu ada informasi baru dan menarik. Kita punya tanggung jawab untuk berkontribusi di sini. Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab itu akan berpindah ke generasi muda yang akan melanjutkan peran kami,” ujarnya.

Usai sesi dialog, peserta diajak mengunjungi sejumlah titik strategis di KIPP Nusantara, termasuk kawasan Kantor Bersama, Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT), dan area Glamping. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika, sebagai simbol komitmen pada keberlanjutan dan jejak hijau IKN.

Melalui kolaborasi akademik yang semakin erat, Otorita IKN menegaskan bahwa pengembangan Nusantara tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pengetahuan. IKN hadir sebagai ruang pembelajaran terbuka yang menumbuhkan riset, inovasi, serta kepemimpinan generasi masa depan dalam urbanisasi berkelanjutan.

Nusantara dibangun untuk menjadi kota yang hidup—dan pembelajaran dari kota inilah yang kelak akan hidup lebih lama dari bangunannya. (P-bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025