Iran setuju bahas rudal balistik dan teror proksi dalam negosiasi dengan AS

Jeffry Wuisan
Kamis, 5 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/2/26 (Kairo): Iran setuju untuk membahas pembatasan persenjataan rudal balistiknya dan kemungkinan menghentikan dukungan terhadap kelompok teror proksi,  dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di Oman, hari Jumat pekan ini.

Hal tersebut terungkap dari tiga pejabat Iran dan satu pejabat Arab, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Jerusalem Post, hari Kamis (5/2/2026).

Sumber-sumber lain mengatakan pembicaraan antara Iran dan AS juga masih akan fokus pada program dan kemampuan nuklir Iran.

Media The New York Times pada hari Kamis menyebut Teheran mengalah dalam masalah ini,  setelah semua pihak memberi sedikit kelonggaran, menyusul kegagalan dalam pembicaraan yang menyebabkan kedua pihak untuk sementara membatalkan negosiasi pada hari Rabu.

Pada hari Rabu, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pembicaraan “telah gagal,”.

Pihak Iran saat itu hanya menuntut untuk membahas masalah nuklir, sementara pihak Amerika ingin membahas rudal balistik, proksi teror regional Iran, dan masalah lainnya.

Selain itu, sumber-sumber regional mengatakan para mediator Arab telah mencoba membujuk Teheran,  untuk membahas masalah lain, tetapi pihak Iran menegaskan hanya siap untuk masalah nuklir.

Selain itu, Iran meminta agar tempat perundingan dipindahkan dari Turki ke Oman, tempat pembicaraan tidak langsung sebelumnya antara Teheran dan Washington DC berlangsung tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan pembicaraan akan berlangsung di ibu kota Oman, Muscat, pada pukul 10 pagi hari Jumat.

Sumber-sumber mengatakan para mediator Arab telah berupaya meyakinkan Amerika untuk mengubah pendirian mereka, agar pembicaraan harus fokus pada isu-isu di luar pembicaraan nuklir sehingga diskusi dapat berlangsung.

Fasilitas pengayaan uranium Iran.(qudsn)

 

4 tuntutan utama

Media Israel Hayom sebelumnya merilis sikap Presiden AS Donald Trump tetap teguh pada empat tuntutan utama terhadap Iran dan tidak mundur dari salah satunya, menurut sumber yang dekat dengan pemerintah.

Tuntutan itu adalah pembongkaran penuh program nuklir Iran, menghentikan pengembangan rudal balistik, menghentikan pendanaan untuk kelompok proksi teror regional (Hamas, Hizbullah, Houthi dan militan iran di Irak).

Yang tak kalah penting, AS juga menuntut Iran menghentikan penindasan terhadap warga sipil dan bertanggungjawab terhadap pembantaian ribuan demonstran baru-baru ini.

Washington belum menjelaskan dengan jelas bagaimana Iran bisa memenuhi kondisi-kondisi ini. Bahkan jika Iran sepenuhnya mematuhi, tidak ada jaminan bantuan sanksi.

Tujuan pemerintahan Trump adalah untuk memberikan tekanan politik dan ekonomi maksimum sebagai pengaruh untuk aksi militer potensial.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025